Paku Tertutup, Tanaman Hias yang Miliki Potensi Bioaktivitas Tinggi

Reading time: 2 menit
Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi. Foto: Inaturalist

Tanaman paku tertutup (Davallia denticulata) merupakan tanaman paku-pakuan yang memiliki daya adaptasi tinggi sehingga mudah tumbuh dengan baik di mana saja.

Selain itu, rimpang paku ini tahan pada kondisi kering dan mudah menjalar kemana saja. Tanaman paku dari genus Davallia ini sering dijumpai di Indonesia.

Berasal dari famili Davalliaceae yang terdiri dari satu genus yakni Davallia dan 90 spesies. Sekilas morfologinya terlihat mirip dengan paku jenis Davallia solida dan Davallia pyxidata.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Tanaman paku tertutup ini memiliki akar yang menjalar panjang dengan sisik berwarna cokelat yang menutupinya. Daunnya tersusun secara berseling dengan tepian daun bergerigi. Selain itu, daun paku ini berbentuk segitiga lebar dengan pertulangan menyirip.

Panjang daunnya berkisar antara 50 hingga 100 cm, dengan titik terlebarnya sekitar 15-45 cm. Di samping itu, tanaman paku tertutup juga tidak memiliki daun steril.

Indisium berbentuk seperti piala atau ginjal yang terbuka ke arah ujung daunnya melindungi sori atau kumpulan sorusnya. Sementara itu, sori pada paku ini tersimpan di ujung vena dan terletak di antara satu atau dua sisi helaian daun yang melengkung ke dalam. Flora ini juga memiliki batang semu yang panjangnya sekitar 10 hingga 40 cm berwarna cokelat kehijauan.

Habitat dan Distribusi

Tumbuhan epifit ini biasa tumbuh pada permukaan kulit kayu. Tumbuhan ini juga bisa hidup di atas batu kapur dan jarang tumbuh langsung di atas tanah. Selain itu, tumbuhan ini juga banyak dijumpai pada ketinggian 300 hingga 2.200 meter di atas permukaan laut. Berada pula pada hutan hujan primer, tebing, gunung, lahan pertanian, hutan hujan sekunder, hutan musim, hutan pantai, hutan rawa air tawar, sungai, area terganggu atau lahan terbuka.

Tanaman paku ini telah terdistribusi secara luas di wilayah Asia Tropis hingga Provinsi Hainan, China dan Queensland bagian Timur.

Potensi dan Manfaat Paku Tertutup

Tanaman paku tertutup memiliki kandungan senyawa kimia yang cukup tinggi, yakni kandungan total fenolik dan flavonoid 64 % dari beratnya. Tingginya kandungan senyawa metabolit sekunder ini menunjukan tumbuhan ini memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi.

Selain itu, tanaman paku ini juga kerap kali dimanfaatkan sebagai tanaman hias baik dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Seperti tanaman hias di rumah kaca, konservatori, dan rumah, seringkali juga diletakkan pada keranjang atau pot gantung.

Taksonomi Tanaman Paku Tertutup

Penulis: Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top