Bisik-Bisik Kuping Gajah, Ayo Kita Intip Daunnya yang Berkilau

Reading time: 2 menit
kuping gajah
Bisik-Bisik Kuping Gajah, Ayo Kita Intip Daunnya yang Berkilau. Foto: Shutterstock.

Gencarnya hobi tanaman hias di Tanah Air membuat beberapa dari jenis tanaman menjadi incaran para kolektor, seperti pada genus Anthurium. Salah satu jenis Anthurium yang sedang ramai awam bicarakan adalah kuping gajah.

Genus Anthurium termasuk tanaman dari familia Araceae. Tanaman ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias seperti Aglaonema, Philodendron, dan keladi hias.

Nama Anthurium berasal dari bahasa Yunani yaitu anthos dan oura, artinya bunga ekor. Anthurium banyak warga tanam sebagai tanaman hias bunga, misalnya A. adreanum dan A. shezerianum.

Genus ini pun banyak warga berdayakan sebagai tanaman hias daun, seperti A. plowmanii, A. hookeri, dan A. jenmanii.

Tanaman dari Benua Amerika

Tanaman asal Amerika ini masuk ke Indonesia mungkin oleh pecinta tanaman hias. Salah satu spesies yang telah lama masyarakat pelihara yaitu kuping gajah (A. clarynervium, A. crystallinum).

Kuping gajah (Anthurium crystallinum) atau tail flower dan crystal anthurium dalam penamaan bahasa Inggris, merupakan jenis tanaman epifit.

Menurut pakar, nama ‘crystallinum’ merujuk pada kilau pada daun apabila dilihat dari dekat dalam cahaya yang terang, mereka berkilau seolah-olah terbuat dari krital-kristal kecil.

Kehadiran kuping gajah sebagai tanaman penghias rumah memberikan kesan dan nuansa klasik dan homey.

kuping gajah

Menurut pakar, nama ‘crystallinum’ merujuk pada kilau pada daun apabila dilihat dari dekat dalam cahaya yang terang, mereka berkilau seolah-olah terbuat dari krital-kristal kecil. Foto: Shutterstock.

Morfologi Anthurium crystallinum

Dari sisi morfologi, tanaman ini memiliki panjang batang sampai 25 cm dengan diameter 2–2,5 cm, beruas pendek, dan berwarna hijau.

Pada daunnya terdapat belahan, lebar daun 1,5–1,7 cm, akar pendek, serta tebal.

Daunnya berwarna hijau gelap, dengan beludru pada lembaran daunnya, dan ruas daun berwarna pucat. Corak daun terbentuk dari tulang-tulang daun yang umumnya berwarna lebih muda.

Menilik bunganya, bagian bunga kuping gajah tergolong bunga majemuk bertipe “tongkol” yang berseludang (spatha), tegak-menyebar, panjang tangkai bunga 10–28 cm, diameter 4–5 mm, tangkai kadang-kadang berwarna merah-violet, spathe berwarna merah-violet.

Baca juga: Harimau Sumatra, Satwa Endemik yang Tersingkirkan

Cara Merawat Kuping Gajah

Jika Anda memutuskan untuk mengadopsi tanaman ini, berikut beberapa tips bagi Anda. Untuk merawat tanaman hias ini, perlu kehangatan dan kelembapan agar dapat tumbuh dengan baik.

Perlu Anda ingat, kuping gajah cocok hidup di daerah tropis dan subtropis. Di luar daerah tropis dan subtropis, tanaman ini perlu Anda pelihara sebagai tanaman rumah atau di rumah kaca.

Ketika Anda menyimpannya sebagai tanaman rumah, ia membutuhkan sinar atau cahaya yang penuh (min 160C).

Tanaman ini juga dapat Anda tanam di luar ruangan secara epifit, di tempat yang hangat dan lembab atau di tanah yang lembab, kasar, dan kaya humus.

Bila melihat harga jual kuping gajah di toko online, tanaman ini dibanderol mulai dari harga termurah Rp15.000 sampai termahal Rp600.000. 

Taksonomi Kuping Gajah

taksonomi kuping gajah

Referensi:

Ir. Nirmala Friyanti Devi, dkk.,

Muhammad Falah, dkk. 

Penulis: Sarah R. Megumi

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page