Paus Bungkuk, Hewan Laut yang Tidak Punya Gigi

Reading time: 3 menit
Paus ini suka "bernyanyi" dengan nada oktaf tinggi. Foto: Freepik

Hewan laut ini memiliki badan yang besar, tetapi tidak mempunyai gigi. Mereka senang melompat ke udara sambil mengibaskan ekornya, serta gemar melakukan perjalanan yang jauh. Apakah Anda tahu satwa apa yang kami maksud? Benar, mereka adalah paus bungkuk.

Paus bungkuk dikenal juga sebagai humpback whale. Binatang ini ahli klasifikasikan ke dalam genus Megaptera dan keluarga Balaenopteridae, sehingga masih berkerabat dengan paus biru (Balaenoptera musculus).

Baik paus biru dan bungkuk, keduanya merupakan spesies paus balin. Ini adalah julukan bagi paus tanpa gigi, yang mendapatkan mangsanya dengan cara membuka mulut dan memasukkan air ke tenggorokan.

Balin sendiri adalah untaian panjang menyerupai sisir yang tergantung di bagian atas mulut paus. Ini berfungsi untuk menyaring mangsa dari air yang telah diserap. Kandungannya terbuat dari keratin.

Morfologi dan Ciri-Ciri Paus Bungkuk

Hewan dengan nama latin Megaptera novaeangliae ini bisa berkembang biak sepanjang 12–16 meter dengan bobot 36.000 kg. Penampilannya dapat dikenali dari sirip dada panjang dan kepala menonjol yang khas.

Selain itu, kepala humpback whale juga dipenuhi oleh totol-totol yang berjajar. Warna tubuhnya kombinasi antara hitam dan putih, dengan distribusi corak putih terletak pada sirip dada, tubuh ventral, dan ekor.

Paus bungkuk sejatinya tidak benar-benar bungkuk. Julukan itu datang dari sirip kecil di punggung mereka yang mirip seperti berpunuk, serta kebiasaannya membungkukkan punggung saat hendak menyelap.

Meski tidak sebongsor paus biru, ukuran mereka juga terbilang sangat besar. Apalagi di bagian sirip dada, yang mana pakar perkirakan dapat tumbuh mencapai sepertiga dari panjang tubuhnya.

Sang betina rata-rata memiliki ukuran tubuh 1–1,5 meter lebih panjang dari pejantan. Ukuran mulut mereka sangatlah besar. Bahkan ketika menyaring mangsa, bukaan mulut dapat menyamai ukuran mobil.

Habitat dan Pola Hidup Paus Bungkuk

Populasi paus bungkuk tersebar di seluruh lautan, mulai dari Samudra Pasifik Utara, Samudra Atlantik, dan Samudra Utara. Hewan ini memiliki kebiasaan bermigrasi untuk mencari makan dan berkembang biak.

Saat musim panas, kawanan humpback whale terlihat mencari makan di perairan kutub. Namun saat musim dingin, mereka akan menempuh perjalanan sejauh 16.000 km ke perairan tropis dan subtropis.

Ikan-ikan kecil, kril, dan plankton merupakan makanan utama puas ini. Mereka akan berburu makanan sebanyak-banyaknya sebelum migrasi, sebab hal tersebut tidak dapat dilakukan saat dalam perjalanan.

Setelah sampai di tujuan, humpback whale akan fokus mencari makan dan pasangan. Para pejantan bersaing demi menarik perhatikan betina, sehingga aksi saling tabrak dan menggertak tak dapat dihindarkan.

Betina yang sudah melakukan perkawinan akan memasuki masa hamil selama 11 bulan. Ia hanya mampu melahirkan satu ekor bayi, yang mana akan diasuh oleh induknya selama kurang lebih 5 bulan.

Perilaku dan Kebiasaan Paus Bungkuk

Paus bungkuk merupakan hewan yang cerdas. Ketika berburu, mereka menggunakan taktik khusus yang dilakukan secara terorganisasi. Taktik ini umumnya dikenal sebagai “jala gelembung”.

Pada mulanya, kawanan puas akan berenang melingkari posisi mangsa. Lalu sebagian kelompok akan membuka lubang pernapasannya, untuk membuat gelembung yang menggiring mangsa ke tengah barikade.

Apabila mangsa sudah tersudut, barulah paus-paus tersebut berenang secara mendadak sambil membuka mulut lebar-lebar. Air yang tersedot akan dimuntahkan kembali, sedangkan mangsanya tersaring oleh balin.

Selain cara berburu, salah satu ciri khas humpback whale ialah gerakan akrobatiknya. Meskipun belum diketahui apa tujuannya, paus tersebut cukup sering terlihat melompat ke udara sambil mengibaskan ekor.

Tak cuma itu, paus bungkuk juga suka “bernyanyi.” Nada dan oktafnya bervariasi, serta bisa melewati batas frekuensi pendengaran manusia. Ini berguna untuk berkomunikasi sekaligus menarik perhatian betina.

Taksonomi Megaptera Novaeangliae

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page