Podostroma Cornu-Damae, Jamur Karang dengan Racun Mematikan

Reading time: 2 menit
Jamur ini penampakannya seperti terumbu karang. Foto: Imgur.com

Tidak hanya tertelan, beberapa jamur beracun dapat mengancam keselamatan jiwa meski hanya tersentuh. Seperti Podostroma cornu-damae, spesies jamur beracun yang menyebar di wilayah Jepang dan Korea.

Podostroma cornu-damae atau kaentake dalam bahasa Jepang, merupakan spesies jamur beracun langka yang ahli gabungkan dalam keluarga Hypocreaceae dan ordo Hypocreales.

Spesiesnya dikenal juga sebagai jamur merah tanduk rusa atau jamur karang api (poison fire coral). Ini merujuk pada tampilan jamur yang tampak seperti tanduk atau terumbu karang.

Jika kita lihat sekilas, ciri fisik Podostroma cornu-damae sebenarnya cukup unik dan cantik. Namun ini tergolong berbahaya, sebab mengandung beberapa mikotoksin trichothecene.

Morfologi dan Ciri-Ciri Podostroma Cornu-Damae

Jamur karang api dapat kita tandai dari warnanya yang mencolok. Sebagian besar tubuhnya memiliki corak berwarna oranye kemerahan, bahkan ada pula yang berwarna merah terang.

Jamur karang api sendiri umumnya tumbuh secara berkelompok. Jumlahnya tidak terlalu besar (terbatas), mereka dapat kita temukan di area tanah di dekat perakaran tumbuhan.

Berbeda dengan jamur karang lain, tubuh buah (stromata) poison fire coral lebih sederhana. Ia tumbuh dari basal yang sama, serta memiliki percabangan dengan ukuran yang seragam.

Stromata di bagian atas basal biasanya berbentuk silindris, lurus atau bercabang. Warnanya dominan jingga pada bagian bawah, namun terlihat jingga kemerahan pada bagian atasnya.

Sebagai informasi, Podostroma cornu-damae memiliki tubuh buah berukuran makroskopik. Karena ukurannya yang besar, jamur ini kerap awam sama ratakan dengan Basidiomycota.

Habitat dan Distribusi Podostroma Cornu-Damae

Pada mulanya, jamur karang api pakar anggap endemik di Jepang dan Korea. Namun pada 2019 silam, jamur ini ditemukan oleh seorang fotografer di pinggiran Cairns, utara Australia.

Ilmuwan mengatakan penemuan poison fire coral di hutan hujan, Redlynch, menunjukkan bahwa fungi ini kemungkinan tumbuh secara alami di sebagian Australia dan Asia Tenggara.

Hal ini sejalan dengan riset dari Universitas Bengkulu, yang mengatakan Podostroma cornu-damae pernah warga temukan di Bogor (1934), Kalimantan Tengah dan Sukabumi (2020).

Meski begitu, kasus keracunan jamur ini belum pernah dilaporkan di Indonesia. Sejauh ini, hanya Jepang, China, Taiwan dan Korea yang pernah menemukan kasus keracunan tersebut.

Melansir berbagai sumber, setidaknya ada 100 jenis Podostroma yang telah mengakibatkan keracunan jamur di masyarakat. Korban rerata mengalami gejala serius bahkan meninggal.

Toksisitas Jamur Podostroma Cornu-Damae

Kontaminasi racun Podostroma cornu-damae memang sangat berbahaya. Pada tahun 1999, satu orang meninggal akibat meminum sake yang telah terkontaminasi oleh jamur tersebut.

Sedangkan tahun 2000, seseorang dari prefektur Gunma meninggal setelah memakan jamur Podostroma goreng. Gejala yang ditimbulkan mirip, seperti sakit perut, pusing dan muntah.

Dalam kasus yang lebih parah, jumlah leukosit dan trombosit penderita akan turun secara drastis. Ini memicu terjadinya pengelupasan kulit wajah, rambut rontok, hingga disorientasi.

Berdasarkan hasil otopsi korban, ahli menemukan jika keracunan Podostroma cornu-damae dapat mengakibatkan kerusakan ginjal akut, nekrosis hati, hingga otak kecil yang menyusut.

Karena itu, mengonsumsi jamur liar sejatinya tidak ahli rekomendasikan. Apalagi jika Anda tidak memiliki pengetahuan seputar jenis beracun maupun cara mengidentifikasinya.

Taksonomi Spesies Jamur Karang Api

Penulis : Yuhan al Khairi

Top