Pohon Matoa, Kekayaan Hayati Papua yang Wajib Dijaga

Reading time: 3 menit
Tanaman berbuah asli Papua ini menyimpan segudang manfaat. Foto: Shutterstock

Pohon Matoa adalah sejenis tanaman berbuah yang berasal dari tanah Papua. Ia dapat kita temukan di hampir seluruh wilayah, baik dataran rendah sampai perbukitan. Meski tidak terlalu populer, buah pohon ini ahli sinyalir menyimpan segudang manfaat.

Bagi para ilmuwan, matoa tersohor dengan nama binomial Pometia pinnata. Pohon ini tergabung dalam keluarga Sapindaceae, serta termasuk dalam kelas tumbuh-tumbuhan Magnoliopsida.

Secara tampilan, buah matoa yang bulat memang cukup mirip dengan Lengkeng (Dimocarpus longan). Karena itu, sebagian masyarakat menyebut buah tersebut sebagai ‘lengkeng Papua.’

Tidak hanya Bumi Cendrawasih, pohon matoa sejatinya dapat kita jumpai di Maluku dan Sulawesi. Daging buahnya cukup terkenal sebagai bahan kudapan, sebab mempunyai cita rasa yang manis.

Mengenal Pohon Matoa Melalui Ciri Fisiknya

Secara umum terdapat dua jenis matoa yang tumbuh di Pulau Papua, yakni Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Keduanya terbilang cukup mirip, walau secara tampilan buah dapat kita katakan berbeda.

Matoa kelapa memiliki daging buah yang kenyal, diameternya berkisar 2,2-2,9 cm dengan biji 1,25-1,40 cm. Sedang daging buah matoa papeda lembek dan lengket, dengan diamater 1,4-2,0 cm.

Selain dari jenisnya, ciri fisik (morfologi) pohon matoa juga bisa kita identifikasi melalui daun dan bunga, buah, hingga akar dan batangnya. Agar tidak penasaran, simak jabarannya di bawah ini.

Daun dan Bunga Pohon Matoa

Daun matoa tumbuh secara berselang-seling sebanyak 4-12 pasang. Ia tergolong sebagai daun majemuk, yang memiliki warna merah cerah di usia muda dan berubah kehijauan saat dewasa.

Selain itu, daun tersebut umumnya berbentuk jorong dengan panjang 30-40 cm dan lebar 8-15 cm. Karakteristiknya agak tebal dan kaku, dengan ujung meruncing dan pangkal yang tumpul.

Tepian daun rata, permukaan halus, serta melengkung di bagian pertulangannya. Bunga matoa tumbuh di ujung tangkai daun, dengan mahkotanya berbulu dan kelopak yang agak menyatu.

Daging Buah Pohon Matoa

Buah matoa berbentuk bulat lonjong sebesar telur puyuh. Jika kita ukur secara seksama, ukuran buah tersebut kira-kira mencapai 1,5-5 cm, dengan diameter berkisar 1-3 cm saja.

Saat usia muda, buah pohon matoa berwarna kuning kehijauan. Sedangkan ketika sudah masak, warna kulit buah yang licin tersebut berubah menjadi cokelat kemerahan.

Apabila Anda kupas, terdapat kulit air berwarna putih yang menyelimuti daging buah tersebut. Bagian kulit ari ini terlihat cukup transparan, serta melekat pada bagian bijinya.

Akar dan Batang Pohon Matoa

Spesies P. pinnata tergolong sebagai pohon yang tinggi. Ia dapat berkembang biak hingga 50 m, dengan akar papan yang mencapai 5 m. Sistem perakarannya sendiri merupakan akar tunggal.

Di alam liar, percabangan matoa biasanya berbiak secara miring atau mendatar. Berkat tampilannya tersebut, spesies tumbuhan ini sering pakar kategorikan sebagai pohon perdu atau pohon rindang.

Sebagai informasi, batang pohon matoa menghasilkan jenis kayu yang kuat. Ia jamak publik manfaatkan untuk keperluan industri, konstruksi bangunan, hingga olahan kayu mebel.

Kandungan dan Manfaat Buah Pohon Matoa

Seperti pendapat ahli, zat baik yang terkandung di dalam buah matoa memang sangat banyak. Karena itu buah ini layak untuk kita konsumsi secara rutin, sebab berkhasiat bagi kesehatan.

1. Memelihara Sistem Kekebalan Tubuh

Mengonsumsi buah matoa sangat baik untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral tubuh. Ia kaya akan kandungan vitamin C dan E, yang berguna menangkal radikal bebas serta baik untuk kulit kita.

2. Pencegah Stroke, Diabetes dan Kanker

Kandungan tanin yang terdapat pada buah pohon matoa berfungsi sebagai antioksidan. Karena itu dengan mengonsumsinya secara rutin, berbagai risiko penyakit kronis tentu dapat kita hindari.

3. Mengobat Infeksi Saluran Napas dan Kemih

Antioksidan dan antibakteri ekstrak kulit matoa nyatanya ampuh menurunkan risiko penyakit infeksi. Hal ini sejalan dengan risetnya Fransisca C. Faustina, dkk di laman Semanticscholar.org tahun 2014.

4. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ekstrak buah pohon matoa mengandung zat yang bersifat diuretic. Sehingga ia mampu membantu mengeluarkan cairan berlebih dalam tubuh, agar tekanan darah kita menjadi stabil dan turun.

Karakteristik dan Budi Daya Pohon Matoa

Pohon matoa tumbuh pada daerah bertanah kering (tidak tergenang) dalam periode waktu setahun sekali. Biasanya pohon ini berbunga pada bulan Juli-Oktober, serta berbuah 3-4 bulan kemudian.

Walau dapat beradaptasi dengan segala kondisi cuaca, matoa membutuhkan curah hujan setidaknya 1.200 mm per tahun. Ia tergolong sebagai flora yang kuat karena tahan terhadap serangan serangga.

Untuk Anda yang tertarik membudidayakan P. pinnata, pohon ini bisa kita biakkan secara generatif dan vegetatif. Biasanya, buah matoa siap untuk kita panen saat usia 4 tahun dari hasil cangkokan.

Sedangkan secara generatif, flora identitas Papua itu baru bisa kita panen pada usia 6 tahun. Matoa umumnya dapat dipanen 1-2 kali. Sekali panen, ia mampu menghasilkan lebih dari 5 kg buah.

Menurut IUCN Red List, status konservasi pohon matoa berada di level ‘Least Concern.’ Meski begitu kelestarian tanaman ini tetap penting untuk kita jaga, agar populasinya tidak semakin berkurang.

Taksonomi Pohon Matoa

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page