Tanaman Rosella, Si Merah yang Penuh Khasiat

Reading time: 3 menit
tanaman rosella
Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa). Foto: Suresh Aru/ flickr.com

Rosella merupakan tanaman cantik yang sangat kaya akan manfaat. Dewasa ini, tanaman rosella telah diolah dan diproduksi dalam berbagai macam produk kemasan minuman, makanan, obat-obatan tradisional dan bahan alami produk kecantikan. Tanaman ini sangat baik untuk dikonsumsi karena mempunyai khasiat yang dapat menyehatkan tubuh. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14.

Dahulu tanaman ini secara luas tumbuh di Florida dan dimanfaatkan sebagai pagar hidup pada musim panas. Saat ini terdapat lebih dari 100 varietas rosella yang tersebar di seluruh dunia. Dua varietas yang paling terkenal adalah sabdariffa dan altissima Webster.

Perbedaan dari kedua kelompok bunga tersebut ialah, pada jenis sabdariffa memiliki kelopak bunga yang dapat dikonsumsi, berwarna merah/kuning pucat, dan kurang banyak mengandung serat. Sedangkan pada jenis altissima Webster kelopak pada bunga tidak dapat dimakan. Mereka sengaja ditanam agar mendapatkan serat dan di duga jenis ini memiliki kandungan serat yang tinggi.

Tanaman rosela relatif tahan kekeringan. Herti Maryani dan Lusi Kristiana dalam bukunya yang berjudul “Khasiat dan Manfaat Rosela”, kurang lebih menjelaskan morfologi tanaman Rosella. Rosella merupakan tanaman herba tahunan yang tingginya dapat mencapai 0.5-3 meter. Batangnya bulat, tegak, berkayu dan berwarna merah. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi, pangkal berlekuk. Panjang daun 6-15 cm dan lebarnya 5-8cm, tangkai daun bulat berwarna hijau, dengan panjang 4-7 cm.

tanaman rosella

Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa). Foto: upload.wikimedia.org

Bunga rosella merupakan bunga tunggal, bunganya muncul dari ketiak daun. Bunga terdiri dari 8-11 helai kelopak yang berbulu dengan panjang 1 cm, pangkalnya saling berlekatan, dan berwarna merah. Bagian kelopak dianggap sebagai bunga oleh masyarakat pada umumnya. Bagian kelopak ini sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman.

Buah pada bunga ini berbentuk kotak kerecut, berambut, terbagi menjadi 5 ruang, dan berwarna merah. Bentuk biji menyerupai ginjal, bebulu, dengan panjang 5 mm dan lebar 4 mm. Saat masih muda, bijinya berwarna putih dan setelah tua berubah menjadi abu-abu.

Dikutip dari portal hortikultura.litbang.pertanian.go.id, pucuk dan daun rosella dapat dikonsumsi sebagai lalap atau direbus. Kelopak bunga digunakan sebagai bahan pewarna dalam pembuatan sirop atau selai. Kelopak bunga rosella dapat dikeringkan dan disimpan, untuk digunakan kemudian.

Selain sebagai bahan makanan, rosela juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat. Dalam 100 g daun rosela terkandung 85 g air, 3.3 g protein, 0.3 g lemak, 9 g karbohidrat, 1.6 g serat, 213 mg Ca, 93 mg P, 4.8 mg Fe, 4.1 mg b-carotene, 0.17 g Vitamin B1, 0.45 mg vitamin B2, 54 mg vitamin C, 1.2 mg niacin, dengan total energi sebesar 180 kJ. Khasiat mengkonsumsi produk olahan bunga rosella antara lain dapat memperlancar buang air besar (menstimulasi gerak peristaltik), menurunkan panas dan antibakteri.

Seiring permintaan pasar terhadap minuman yang berasal dari olahan bunga cantik ini, rosella dikemas secara praktis dalam bentuk teh celup dan telah banyak dipasarkan di toko obat herbal, swalayan dan apotik. Kandungan antioksidan yang terdapat pada bunga rosella sangatlah tinggi dan mampu meredam radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel kanker.

Uniknya, semakin pekat atau gelap warna merah bunga rosella, maka semakin tinggi kadar antioksidan yang terkandung didalamnya, dan semakin asam rasa yang dikeluarkan. Manfaat tambahan setelah mengonsumsi olahan teh rosella ialah dapat mengatasi batuk dan sakit tenggorakan, meningkatkan daya tahan tubuh serta stamina, dan menormalkan kadar gula dalam darah.

tanaman rosella

Penulis: Sarah R. Megumi

Top