4 Jenis Bullying yang Perlu Diwaspadai

Reading time: 3 menit
Ilustrasi perundungan. Foto: Freepik
Ilustrasi perundungan. Foto: Freepik

Bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif secara sengaja dan berulang-ulang oleh satu atau sekelompok individu terhadap yang lain. Mereka menyerang korban yang tampak lebih lemah daripada pelaku. 

Bullying dapat terjadi di mana saja dan kepada siapa saja, termasuk remaja. Mereka yang menjadi korban bullying biasanya memiliki suatu hal yang dirasa tidak umum oleh pelaku. Umumnya, anak yang menjadi korban bullying kurang populer, mempunyai fisik yang tidak sempurna, preferensi seksual yang berbeda, atau dari kondisi ekonomi bawah. 

Melansir American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, anak-anak yang menjadi korban bullying mengalami penderitaan nyata. Mereka mengalami gangguan perkembangan sosial dan emosional hingga berdampak ke prestasi sekolah.

Beberapa korban bullying bahkan mencoba untuk melakukan bunuh diri daripada kembali menerima perlakuan tersebut.  Simak penjelasan jenis-jenis bullying berikut ini!

Jenis-jenis Bullying 

Kejadian bullying merupakan salah satu permasalahan yang hingga saat ini belum bisa diberantas secara menyeluruh. Sebab, bullying bisa terjadi baik di sekolah, di jalanan, bahkan di rumah.

Pada banyak kasus, korban bullying cenderung tidak berani memberitahu siapa pun mengenai kondisinya karena pelaku telah mengancamnya. Nah, berikut jenis-jenis bullying yang perlu Sobat Greeners ketahui!

1. Bullying Fisik 

Dalam kasus ini, bullying fisik merupakan salah satu dari jenis bullying yang paling mudah dikenali. Biasanya, yang menjadi  korban akan menerima berbagai perlakuan fisik secara kasar.

Menurut National Center Against Bullying, jenis  bullying fisik bisa berupa menghalangi jalan korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga merusak barang. Perhatikan juga apabila pada tubuh anak sering muncul luka atau memar tanpa alasan yang jelas. Biasanya, anak yang menjadi korban bullying fisik menjadi enggan untuk mengakui bahwa dirinya mengalami penindasan secara fisik.

Sebab, korban tidak ingin mendapat sebutan tukang mengadu atau karena mendapat ancaman oleh pelaku perundungan. Oleh karena itu, anak mungkin akan menjawab bahwa ia terluka saat main basket atau jatuh dari tangga.

2. Bullying Verbal

Salah satu dari jenis bullying berikutnya adalah bullying verbal. Tindakan ini bisa berupa kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang merendahkan hingga menyakitkan.

Dampak dari perundungan secara verbal mungkin tidak terlihat secara langsung. Maka dari itu, pelakunya tidak akan ragu untuk melontarkan ucapan yang tidak pantas secara terus-menerus. Biasanya, hal ini berlangsung ketika tidak ada saksi atau orang lain yang lebih tua.

Perundungan jenis ini biasanya ditujukan pada anak yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya berbeda dari anak-anak yang lain. Tak jarang pula satu dari jenis perundungan ini dialami oleh anak yang gemuk, kurang percaya diri, atau prestasi di sekolahnya kurang tampak.

Ilustrasi perundungan. Foto: Freepik

Ilustrasi perundungan. Foto: Freepik

3. Tindakan Pengucilan

Jenis bullying lainnya yang juga cukup sering terjadi yaitu pengucilan. Anak yang menjadi korban dari jenis ini tidak mengalami sakit secara fisik maupun verbal, melainkan dimusuhi dan diabaikan oleh lingkungan pergaulannya.

Selain itu, korban juga akan mengalami kesulitan dalam mencari teman. Sebab, biasanya pelaku punya pengaruh yang cukup kuat untuk membujuk orang lain mengucilkan si korban. Biasanya, korban yang mengalami pengucilan ini menjadi sering menyendiri, misalnya mengerjakan tugas kelompok seorang diri. Tidak hanya itu, korban juga tidak pernah bermain bersama teman-teman di luar jam sekolah.

4. Bullying Dunia Maya 

Pusat Penelitian Penindasan Siber mendefinisikan bullying dunia maya sebagai tindakan menyakiti dengan sengaja dan berulang-ulang melalui penggunaan komputer, telepon, dan perangkat elektronik lainnya. Itu artinya perundungan yang satu ini tidak berlangsung di lingkungan sekolah atau kehidupan sehari-hari secara langsung.

Bullying dunia maya dapat berupa perilaku penindasan yang terang-terangan atau terselubung menggunakan teknologi digital, termasuk perangkat keras seperti komputer dan telepon pintar, serta perangkat lunak seperti media sosial, aplikasi chatting, dan platform daring lainnya.

 

Penulis: Maula Sulthoni

Editor: Indiana Malia

Top