7 Sumber Protein Nabati Terbaik, Tempe Salah Satunya

Reading time: 2 menit
Foto: Shutterstock

Sobat Greeners, tahukah kamu bahwa mengonsumsi makanan nabati berprotein tinggi dapat mendatangkan banyak manfaat? Selain lebih ramah terhadap lingkungan, sumber protein nabati juga mengandung lebih banyak nutrisi lain seperti serat dan vitamin.

Menurut ahli gizi bernama Amy Gorin, MS, RDN, dalam Livekindly, mengonsumsi protein nabati secara rutin dapat membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, protein nabati juga dapat membebaskan kita dari bahaya radikal bebas, dan juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Lantas, untuk mendapatkan manfaat baik dari protein nabati, makanan apa sajakah yang harus kita konsumsi? Berikut adalah tujuh sumber protein terbaik menurut ahli gizi Amy Gorin yang bisa kita coba.

1. Tempe, Sumber Protein Nabati Kebanggaan Indonesia

Tempe, makanan kebanggaan kita semua, sudah lama dikenal sebagai makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Sumber protein nabati yang satu ini, selain kaya akan protein, juga kaya akan kalsium dan zat besi. Tak hanya itu, tempe juga memiliki kadar lemak yang rendah. Dalam 100 gram tempe terdapat sebanyak 20 gram protein.

2. Tahu, Protein Nabati Murah Meriah

Berbicara tentang tempe tentunya tak bisa lepas dari tahu. Makanan bertekstur lembut yang satu ini juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi lho! Menurut Amy, dalam 100 gram tahu mengandung 12 hingga 14 gram protein. Selain itu, sumber protein nabati yang satu ini juga kaya akan kalsium dan zat besi.

3. Edamame, Si Kecil yang Kaya Akan Nutrisi

Kacang kedelai khas Jepang, Edamame, meskipun memiliki ukuran yang kecil ia begitu kaya akan nutrisi. Edamame merupakan sumber protein nabati yang kaya akan asam folat, vitamin A, dan juga serat yang baik. Dalam satu cangkir edamame terdapat sekitar 17 gram protein. Tak hanya itu, sama seperti tahu dan tempe, edamame juga kaya akan zat besi serta kalsium.

“Edamame juga mengandung protein lengkap yang mencakup sembilan asam amino esensial,” ujar Amy

4. Lentil, Kaya Protein dan Juga Zat Besi

Lentil merupakan sumber protein nabati dengan kandungan protein yang begitu tinggi. Sebanyak 25 persen dari kandungan nutrisi lentil merupakan protein. Setiap cangkir lentil mengandung protein sebanyak 18 gram.

Tak hanya tinggi protein, lentil juga kaya akan zat besi, folat, dan juga mangan. Lentil juga kaya serat dan rendah lemak, sehingga sangat baik bagi kesehatan saluran pencernaan. Selain itu, lentil juga mengandung senyawa fitokimia yang dapat menjaga kesehatan jantung.

5. Semua Jenis Polong-polongan

Semua jenis kacang polong-polongan seperti kacang merah, kacang hitam, dan juga kacang pinto dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati terbaik. Umumnya, seluruh jenis polong-polongan memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi, sehingga dapat membantu kita untuk merasa kenyang lebih lama. Selain itu, polong-polongan juga mengandung karbohidrat kompleks, zat besi, folat, fosfor, dan kalium. Dalam satu cangkir polong-polongan mengandung protein sekitar 15 gram.

6. Gandum

Tahukah kamu bahwa manfaat protein nabati dapat kita dapatkan dari semangkuk gandum? Gandum atau oat, terutama gandum utuh, merupakan sumber protein dan serat yang baik. Setiap cangkir dari gandum atau oat matang mengandung kandungan protein sebanyak 5,9 gram. Selain itu, gandum juga mengandung vitamin dan mineral seperti fosfor, zat besi, tembaga, selenium, dan vitamin B1.

7. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan sudah lama dikenal sebagai sumber protein nabati yang baik. Dalam setiap cangkir kacang-kacangan biasanya terkandung zat protein sebanyak 8 hingga 19 gram. Selain tinggi protein, kacang-kacangan seperti almond dan kenari juga kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6. Zat tersebut dikenal dapat menangkal dan mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh.

Tak hanya itu saja, kacang-kacangan juga kaya akan zat besi, kalsium, magnesium, selenium, fosfor, vitamin E, dan juga beberapa vitamin B. Usahakan untuk mengonsumsi kacang-kacangan yang bebas gula, bebas garam, dan juga bebas minyak.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

 

Top
You cannot copy content of this page