An Exotic Journey to Nusantara, Mengangkat Kembali Koleksi Fesyen 80-an

Reading time: 3 menit
An Exotic Journey to Nusantara
An Exotic Journey to Nusantara, Mengangkat Kembali Koleksi Fesyen 80-an. Foto: Youtube KBRI Seoul

Sabtu, 27 Maret 2021 lalu, Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan baru saja mengadakan peragaan busana virtual bertajuk “An Exotic Journey to Nusantara”. Pertunjukan ini dimeriahkan oleh kehadiran H.E. Madam Megawati Sukarnoputri (Presiden Kelima Indonesia), dan bertujuan untuk mempromosikan fesyen Indonesia sebagai sektor potensial ekonomi kreatif. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati tahun 2021 sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Desainer Fesyennya, Samuel Wattimena, mengangkat isu back to nature agar banyak orang semakin peduli dengan lingkungan. Selain itu Ia juga mengusung konsep utama sustainable. “Pakaian-pakaian yang pernah saya buat sejak tahun 1985, dan kemudian kita styling ulang sehingga dia masih sangat layak untuk digunakan di tahun 2021,” katanya pada Greeners (31/03/2021). Koleksi retro ini menunjukkan bahwa pakaian yang pernah Ia desain dan produksi 35 tahun yang lalu sampai saat ini masih layak pakai.

An Exotic Journey to Nusantara

Foto: Youtube KBRI Seoul

Ciri Khas Lokal yang Tak Lekang oleh Waktu

Melekatnya identitas Samuel Wattimena sebagai Warga Negara Indonesia, Ia tunjukkan lewat ciri khas lokal yang ada pada koleksi fesyen yang dirancangnya. “Sarung Nusantara ini adalah local wisdom dari bangsa kita, bahwa sarung yang kita miliki dari puluhan tahun lalu pun masih sangat layak kita pakai dengan karakter yang tidak lekang oleh waktu dan zaman,” ujar Samuel.

Menggunakan Pewarnaan Alami

Koleksi An Exotic Journey to Nusantara banyak menggunakan wastra dengan pewarnaan alami. Samuel mengatakan, hal ini merupakan usahanya dalam mencoba mengatasi kerusakan dari industri fashion.

An Exotic Journey to Nusantara Memadukan Wastra dari Berbagai Daerah

Sebagian besar atau keseluruhan bahan yang ia pakai adalah wastra dari berbagai daerah di Nusantara, yang digabungkan pada satu penampilan. “Ini untuk menunjukkan akan gaya eklektik yang saya tampilkan, dan juga untuk menunjukkan bahwa kekuatan wastra Nusantara dari berbagai daerah itu sedemikian berkarakter; sehingga walaupun digabungkan, wastra dari setiap daerah masih bisa tetap mengkomunikasikan keberadaannya,” jabarnya.

An Exotic Journey to Nusantara

Foto: Youtube KBRI Seoul

Koleksi An Exotic Journey to Nusantara Berkolaborasi dengan The Palace

Dalam peragaan busana An Exotic Journey to Nusantara, Samuel juga bekerja sama dengan The Palace. Ia membuat desain perhiasan dengan konsep Nusantara. Ia menyatakan, sebenarnya Ia tidak mengerti proporsi dalam membuat kalung atau cincin. Tetapi Ia tahu bahwa Ia bisa berkomunikasi mengenai kebudayaan nusantara melalui perhiasan. “Nah untungnya temen-temen di The Palace itu juga open minded ya. Jadi kita bisa sama-sama mengelola ini. Mereka dengan pengetahuannya, Saya dari segi estetika,” tutur Samuel.

Penghargaan selama 4 Dekade dalam Industri Fesyen

Sebagai orang yang sudah 4 dekade menggeluti bidang mode, Samuel telah menyabet berbagai penghargaan. Mulai dari lomba perancang model oleh majalah Femina dan Gadis, kostum terbaik di World Pop Song Festival, Upakarti yang merupakan penghargaan dari negara untuk pengabdiannya dalam pembinaan wastra Nusantara, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Subo Family: Ziarah Fesyen Berkelanjutan ke Prancis bersama Badjatex

An Exotic Journey to Nusantara

Foto: Youtube KBRI Seoul

Cinta akan Budaya Nusantara

Walaupun sudah lama berkecimpung di dunia fesyen, ia tetap memegang erat gaya desainnya akan karakteristik Ibu Pertiwi. “Kenapa saya mengambil tema Nusantara? Karena kalau kamu semakin mengetahui kekayaan Nusantara, maka pertanyaan berikutnya; Kenapa tidak Nusantara? Because you have everything di Nusantara,” ucapnya bangga.

Ia mengajak artisan maupun kreator-kreator bangsa untuk percaya diri dalam menonjolkan ciri khas lokal dan tampil berkarakter dalam lingkup internasional. “Kita sekarang sudah berhubungan dengan dunia global. Kita bisa mengekspor produk dan menarik mata dunia untuk melihat ke-lokal-an kita sehingga istilah saya ‘lokal is the new global’,” pungkas Samuel.

Sumber:

Kanal Youtube KBRI Seoul

Top
You cannot copy content of this page