Gawat, Sering Konsumsi Junk Food Dapat Merusak Kesuburan Pria

Reading time: 2 menit
Gawat, Sering Konsumsi Junk Food Dapat Merusak Kesuburan Pria
Ilustrasi : Shutterstock

Junk food dikenal sebagai makanan yang kurang bergizi, mengandung kolesterol tinggi dan menyebabkan obesitas. Meskipun enak dan bisa dijadikan makanan penunda lapar, konsumsi junk food harus dibatasi karena manfaatnya tak sebanding dengan kandungan negatifnya.

Menurut sebuah penelitian terkini dari Universitas Harvard yang akan dipresentasikan pada konferensi tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Wina, pria yang sering mengonsumsi junk food ternyata dapat mengalami resiko penurunan tingkat kesuburan atau kerusakan pada sel-sel penghasil sperma.

Dilansir dari Telegraph, junk food seperti pizza, keripik, soda dan makanan ringan lainnya merupakan makanan olahan yang dapat memicu stres oksidatif. Stres oksidatif ini terjadi akibat sering mengonsumsi junk food yang mengandung sedikit antioksidan. Hal ini menyebabkan jumah radikal bebas dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya dan menimbulkan kerusakan sel-sel tubuh termasuk sel-sel penghasil sperma.

Sel penghasil sperma, atau sel Sertoli ini tidak dapat dipulihkan jika mengalami kerusakan akibat stres oksidatif, bahkan jika dikemudian hari memutuskan untuk berhenti mengonsumsi junk food dan beralih dengan mengonsumsi makanan sehat. Kebiasaan buruk mengonsumsi junk food sejak dini diperkirakan dapat menyebabkan kerusakan sel penghasil sperma secara permanen.

Gawat, Konsumsi Junk Food Dapat Merusak Kesuburan Pria

Ilustrasi : Shutterstock

Menurut WHO, jumlah sperma normal sebanyak 39 juta atau lebih sperma per ejakulasi. Subjek penelitian yang mengonsumsi junk food ditemukan memiliki sperma 25,6 juta lebih sedikit daripada subjek yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan sehat.

Vegetarian

Para peneliti mempelajari hampir 3.000 pria berusia 18 hingga 20 tahun dan menemukan bahwa vegetarian dan mereka yang diet dengan mengonsumsi buah, sayuran, ayam dan ikan memiliki jumlah sperma yang lebih tinggi daripada mereka yang melakukan diet dengan mengonsumsi daging olahan dan junk food.

Penulis studi utama Jorge Chavarro mengatakan kepada Telegraph, “Anda akan terkejut melihat betapa sensitifnya pria muda terhadap hal-hal yang mungkin mempengaruhi jumlah sperma, karena itu merupakan sebuah tolak ukur yang diperhatikan dari maskulinitas.”

Sementara itu Dr Roy Farquharson, seorang konsultan NHS dan presiden ESHRE, mengatakan bahwa “Kebanyakan pria berpikir mereka tak terkalahkan sampai peristiwa kesehatan besar pertama mereka terjadi, yang seringkali berupa keguguran atau infertilitas.”

Penulis: Diki Suherlan

Top
You cannot copy content of this page