Kaka Slank Ajak Slankers dan Generasi Muda Gunakan Tumbler

Reading time: 2 menit
kaka slank
Akhadi Wira Satriaji atau kerap di sapa Kaka Slank. Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Jakarta (Greeners) – Vokalis grup band Slank, Akhadi Wira Satriaji atau kerap di sapa Kaka, sudah setahun terakhir menggunakan dan membawa tumbler ke mana pun ia pergi. Hal itu dilakukan Kaka sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap kesehatan laut yang saat ini sedang terancam oleh sampah plastik.

Kaka mengaku dirinya belum lama mengubah gaya hidupnya dengan membawa tumbler dan tidak menggunakan sedotan sekali pakai. Gaya hidup itu berangsur-angsur ia terapkan ketika mulai mengenal laut 7 tahun yang lalu.

“Kepedulian itu tumbuh karena gara-gara aku mengenal alam. Aku itu diving (menyelam) dari tahun 2011. Dari situ pelan-pelan tumbuh kepedulian ke laut, respect ke alam, ke binatang, sampai aku mutusin enggak makan daging dan memutuskan membawa tumbler baru setahun ini,” kata Kaka kepada Greeners saat dijumpai pada suatu acara beberapa waktu lalu.

Pelantun tembang ‘Tonk Kosong’ ini juga meyakini bahwa kegiatan membawa tumbler itu membawa pengaruh pada alam. Menurutnya, membuat perubahan yang dimulai dari diri sendiri tetap bisa membawa dampak yang besar.

“Aku meyakini bahwa kegiatan yang aku lakukan ini sangat berpengaruh ke alam. Jangan merasa sendiri jika melakukan perubahan. Justru perubahan di dalam diri kalian itulah yang sangat berpengaruh ke alam,” tegas Kaka.

Kaka mengatakan dampak dari memberikan contoh akan lebih baik daripada menggurui. Sebagai figur publik Kaka sadar betul apa pun yang ia lakukan pasti akan dicontoh. Maka itu, sudah setahun terakhir ini Kaka membawa tumbler ke mana pun dia pergi dan tidak menggunakan sedotan plastik.

“Aku lebih percaya efek memberi contoh daripada menggurui, seperti aku bawa tumbler, minum tidak memakai sedotan. Hal-hal seperti itu yang aku kasih lihat ke anak-anak muda terutama Slanker saat aku manggung contohnya,” ujar Kaka.

“Salah satu alasan membawa tumbler ini karena aku sering melihat biota laut di perutnya ada plastik atau mungkin kalian juga sering lihat kalau ada hiu tercekik karena botol air mineral. Ketika minum (dengan botol air mineral) itu pasti kita enggak sampai mikir ke hal itu kan, makanya perlu sekali untuk mengurangi sampah plastik dan membawa tumbler,” ujar Kaka.

Saat ini Kaka pun bergabung dalam kegiatan Pandu Laut Nusantara yang merupakan kegiatan cinta lingkungan laut. Pembina kegiatan tersebut tidak lain adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Menurut Kaka, Indonesia memiliki laut yang begitu indah dan kaya. Namun ancaman yang datang juga semakin tinggi, mulai dari kejahatan illegal fishing yang terus diperangi, ancaman sampah plastik, eksploitasi jenis ikan dilindungi, dan kegiatan destructive fishing (penangkapan ikan dengan cara merusak).

“Oleh karena itu, aku mengajak anak-anak muda untuk bergabung di Pandu Laut ini dan bagus jika anak-anak muda cari tahu tentang kegiatan ini. Pandu Laut diharapkan dapat menjadi ajang edukasi efektif akan bahaya membuang sampah ke laut,” pungkas Kaka.

Penulis: Dewi Purningsih

Top