Hari Bumi, Econusa & Slank Luncurkan Video Klip Berjudul Seleksi Alam

Reading time: 3 menit
Foto : Slank/Econusa

Jakarta (Greeners) – Hari Bumi 2021 merupakan saat yang tepat meresapi kehadiran alam dan seisinya dengan menikmati video klip lagu terbaru dari Slank berjudul Seleksi Alam.

Video klip Seleksi Alam merupakan hasil kolaborasi Slank dan Yayasan EcoNusa untuk pelestarian hutan hujan tropis di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku melalui kampanye Defending Paradise.

Slank sebagai salah satu band ternama Indonesia yang kerap kali menunjukkan rasa cinta terhadap bumi lewat musiknya, kali ini merilis lagu terbaru bertema alam yang sekaligus mengajak kita untuk melakukan refleksi diri.

Seleksi Alam Untuk Defending Paradise

Defending Paradise merupakan kampanye Yayasan EcoNusa yang dilakukan untuk menjaga harmoni alam di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

Karena kehilangan hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku tak hanya mengancam keberadaan cenderawasih sebagai satwa dilindungi dan identitas budaya masyarakat setempat, melainkan juga mengancam keberlangsungan seluruh rantai kehidupan dalam ekosistem serta kehidupan masyarakat adat dan budaya warisan turun temurun.

Bimbim mengatakan bahwa lagu ini ditulis tepat satu tahun lalu, yakni 2 April 2020 ketika merenung selama pandemi. Berharap bahwa manusia bisa merenungi kesalahannya terhadap alam dan lebih bersahabat dengan alam.

Ia menyampaikan Lagu Seleksi Alam bercerita tentang teguran dari banyak orang yang melihat tapi tidak mengamati banyak tanda-tanda seleksi alam yang lewat dan tidak kita sadari. Jadi semoga lewat lagu “Seleksi Alam” orang lebih banyak merenung. Karena, kerusakan atau bencana alam lebih banyak disebabkan oleh tangan manusia.

“Alam akan baik seandainya manusia juga baik kepada alam,” ujar Bimbim dalam Press Conference: Launching Video Klip Seleksi Alam untuk Perlindungan Hutan Tropis di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku, Kamis (22/04/2021).

Komitmen Slank Dalam Berkarya 

Abdee Sang Gitaris mengatakan, lagu Seleksi Alam ini merupakan salah satu komitmen Slank dalam membuat karya. “Di setiap karya Slank itu selalu mengangkat dua masalah, yaitu masalah sosial dan lingkungan. Tentu dengan lewat karya lagu dan video klip. Lagu ini pun berisikan pesan tentang kekayaan Indonesia yaitu alam, dan masa depan kita hanya bergantung pada alam, kalau tidak kita jaga dari sekarang, di masa depan nanti kita akan kesulitan,” katanya seraya menambahkan pernyataan Bimbim.

Sedangkan, untuk konsep video klipnya sendiri, Ridho mengatakan karena terbatasnya ruang gerak karena pandemi Covid-19. Video klip dibuat dengan cuplikan video hutan Papua dan Maluku dengan penambahan kutipan-kutipan yang dibawa oleh para anggota Slank.

Foto : Slank/Econusa

“Jarang ketemu, mau gak mau apa yang kita suarain berupa kutipan-kutipan yang kita tampilkan di video klip. Jadi mungkin awareness-nya dari kutipan yang kita sampaikan. Temanya tentang alam yang ada di papua dan maluku,” jelas Ridho.

Lagu Seleksi Alam ini diluncurkan ketika Hari Bumi, supaya misi atau pesan yang ada di lagu tersebut lebih terangkat dan memiliki momentum yang pas.

“Kita selalu ngeluarin karya berusaha untuk mencari momentum supaya sebuah misi lebih terangkat, ter-highlight dengan momentum-moemntum yang pas. Kebetulan dari album vaksin ini dari 10 lagu ada sisa 3 lagu yang belum dibuat video klip. Kebetulan ada lagu yang pas untuk hari bumi ini, dan dibuat video klip untuk menyambut hari bumi sekaligus ada campaign yang dibawa oleh Econusa yang satu visi dengan Slank, pas momentumnya,” ujar Sang Vokalis Kaka.

Kolaborasi demi Tanah Papua dan Kepulauan Maluku 

Sementara itu, Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa menyatakan bahwa kolaborasi dalam video klip Seleksi Alam ini merupakan upaya untuk mengajak publik berpihak terhadap kelestarian hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

“Musik merupakan bahasa universal yang bisa diterima di semua kalangan masyarakat, sehingga video klip Seleksi Alam diharapkan dapat menyentuh masyarakat luas dan menyampaikan pesan penting dari hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku,” ujarnya.

Bustar menambahkan, manusia terkadang lupa bahwa bumi memberikam segalanya. Tempat tinggal, udara, makanan, air dan seluruh elemen kehidupan lainnya.

Tanah Papua dan Kepulauan Maluku merupakan gugus hutan tropis terbesar di Indonesia yang berkontribusi menjaga iklim dan mendukung kehidupan, terutama bagi masyarakat adat yang hidup di sekitarnya.

Memperingati Hari Bumi, saatnya kita berkontribusi bagi perubahan bumi yang lebih baik. Ditemani lagu Seleksi Alam, mari kita resapi kehadiran alam, dan seisinya.

Penulis: Dewi Purningsih

BACA JUGA : Ridho Slank: Melestarikan Alam Melalui Adat Budaya

BACA JUGA : Kaka Slank: Lindungi Wisata Indonesia dari Tambang

 

Top
You cannot copy content of this page