Kenali Bahan Kimia Berbahaya Dalam Pakaian

Reading time: 2 menit
Kenali Bahan Kimia Berbahaya Dalam Pakaian
Bahan kimia berbahaya tidak hanya beisiko bagi kesehatan manusia melainkan juga bagi lingkungan hidup. Ilustrasi: Shutterstock.

Sadarkah kita bahwa dalam bahan baju yang kita beli mengandung bahan kimia yang bisa saja berakibatkan buruk pada tubuh? Dikutip dari Sustain Your Style, pakaian yang mengklaim terbuat dari 100%  serat alami acap kali masih mengandung bahan kimia berbahaya. Sebuah penelitian dari kampanye detoksifikasi Greenpeace mengidentifikasi 11 bahan kimia yang sering digunakan untuk membuat pakaian. Bahan ini mengandung racun, karsinogen, dan pengganggu hormon yang seharusnya dilarang, tetapi saat ini masih bebas beredar.

Studi terbaru ini juga menemukan bahan kimia berbahaya di 63% item yang diuji dari 20 merek tekstil berbeda. Termasuk beberapa merek ternama. Pelarangan yang belum cukup ketat berdampak buruk bukan hanya pada manusia namun juga pada lingkungan. Bahan kimia tersebut dapat mencemari air sehingga berdampak pada kehidupan makhluk hidup di air. Berikut beberapa bahan kimia yang terdapat pada pakaian.

1. Azo Dyes/ Pewarna Azo

Perwana ini sangat umum digunakan oleh pakaian, kulit, dan tekstil. Bentuk pewarna ini melepaskan amina (senyawa yang berasal dari amonia)  yang diketahui meningkatkan risiko kanker kandung kemih. Beberapa negara telah melarang pemakaian pewarna ini salah satunya Australia.

2. NPE: Nonylphenol ethoxylates (NPEs)

NPEs adalah kelas senyawa organik yang ditemukan di sebagian besar pakaian kita. Bahan kimia ini dapat menumpuk pada pakaian dan membutuhkan pencucian penuh untuk menghilangkannya dari kain. Namun, menurut penelitian bahan kimia ini dapat berdampak dan mempengaruhi pabrik pengolahan limbah dan kehidupan di bawah air.

Baca juga: Terapi Hutan, Cara Relaksasi Warga Jepang yang Mendunia

Kenali Bahan Kimia Berbahaya Dalam Pakaian

Cucilah baju baru Anda sebelum dikenakan agar mengurangi paparan bahan kimia berbahaya. Ilustrasi: Shutterstock.

3. Formaldehyde

Formaldehyde adalah bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk membunuh kuman atau mengawetkan bahan. Bahan kimia ini juga digunakan pada kain untuk membantu mengurangi munculnya kerutan, atau membuatnya bebas kusut. Mereka yang terpapar Formaldehyde  cenderung mengalami reaksi akut, dan mereka yang sensitif terhadap bahan kimia dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, nyeri, kelelahan, mual, asma, dan kesulitan bernapas.

4. Phthalates

Phthalates adalah pengganggu endokrin yang telah digunakan untuk membuat gawai fesyen yang menggunakan bahan plastik seperti sepatu dan sarung tangan serta dalam proses pencetakan dekoratif. Bahan kimia ditemukan pada jas hujan plastik, kulit buatan, dan pakaian tahan air.

5. Kain Akrilik

Kain akrilik mengandung dimetilformamida yang telah diberi label oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat sebagai bahan yang berbahaya. Ketika bahan kimia ini dipaparkan langsung dengan kulit dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati dan efek kesehatan yang merugikan lainnya. Pemakaian kain ini dapat menyebabkan kanker.

Baca juga: Joe Taslim Ajak Kelola Sampah Rumah Tangga Guna Turunkan Plastik Laut

Dampak kesehatan dari paparan jangka pendek bahan berbahaya ini adalah timbulan reaksi alergi, iritasi kulit, dan iritasi saluran pernafasan. Sementara dampak paparan jangka panjang antara lain gangguan hati, paru-paru, dan kanker. Paparan bahan berbahaya dalam jangka panjang juga dapat mengakibatkan nefrotoksisitas, penyakit ginjal yang dipengaruhi oleh obat-obatan, bahan kimia industri atau lingkungan.

Untuk mencegah dampak buruk dari bahan kimia yang terdapat pada pakaian, sebaiknya mencuci pakaian yang baru dibeli agar mengurangi kontaminasi bahan berbahaya.

Penulis: Maria Soterini

Editor: Ixora Devi

 

Top
You cannot copy content of this page