Lleig, Skincare Ramah Lingkungan dari Limbah Buah Jeruk

Reading time: 2 menit
Skincare ini berbahan dasar limbah buah jeruk. Foto: Dezeen

Industri pengolahan jeruk menghasilkan 40 juta ton limbah jeruk di setiap tahunnya. Tidak sedikit dari limbah tersebut berakhir sia-sia di tempat pembuangan sampah dan mencemari lingkungan di sekitarnya. Jika tidak tertangani dengan baik, tumpukan limbah buah jeruk dapat membusuk dan menghasilkan gas yang dapat merusak lapisan ozon bumi.

Prihatin akan kondisi tersebut, seorang desainer asal Spanyol bernama Julia Roca Vera berinisiatif untuk mengolah kembali limbah buah jeruk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menyadari bahwa jeruk memiliki banyak manfaat dan kaya akan kandungan nutrisi, Julia memilih untuk “menyulap” limbah dari buah tersebut menjadi produk skincare ramah lingkungan bernama Lleig.

“Kebanyakan jeruk terbuang sia-sia dan menjadi limbah hanya karena ia memiliki bentuk yang tidak sempurna. Padahal, satu buah jeruk dapat menghasilkan berbagai produk sampingan yang berguna, minyak esensial contohnya,” ujar Julia seperti dilansir dalam Dezeen.

Untuk memproduksi produk skincare berbahan dasar limbah jeruk, Julia bekerja sama dengan organisasi lingkungan Espigoladors mengumpulkan bahan baku. Limbah buah jeruk yang sudah terkumpul selanjutnya akan melewati proses ekstraksi untuk mendapatkan sari dan minyak esensial alami. Sari dan minyak esensial jeruk kemudian melewati proses pencampuran dengan bahan alami lainnya hingga menjadi produk skincare.

Skincare Lleig sendiri terdiri dari dua varian, yakni pelembap dan sabun wajah. Setiap produk dikemas dalam kemasan ramah lingkungan berbahan dasar tanah liat dan dapat kita isi ulang. Julia melihat bahwa upaya ini juga dapat mengurangi produksi sampah plastik.

Limbah Buah Jeruk, Limbah Organik dengan Segudang Potensi

Meskipun sering disepelekan, limbah jeruk rupanya menyimpan segudang potensi yang bermanfaat. Selain dapat kita manfaatkan kembali menjadi produk skincare, limbah dari buah ini juga dapat kita manfaatkan untuk membuat produk lainnya. Beberapa desainer dan ilmuwan berhasil mengolah jeruk sisa menjadi kulit sintetis, bioplastik, hingga menjadi sumber energi alternatif.

Tidak hanya itu, rumah mode ternama Salvatore Ferragamo juga berhasil memberikan kehidupan kedua pada limbah jeruk dengan mengubahnya menjadi produk fesyen. Rumah mode tersebut mengolah kembali limbah kulit jeruk menjadi pakaian modis yang tergabung dalam seri Orange Fiber Fabric. Adapun pakaian yang mereka hasilkan yakni berupa blouse, gaun, celana panjang dan juga syal.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Dezeen

Top

You cannot copy content of this page