Nadine Chandrawinata: Sirkus Lumba-Lumba Itu Jahat!

Reading time: 2 menit
sirkus lumba-lumba
Nadine Chandrawinata. Foto: greeners.co/Anggi Rizky Firdhani

Jakarta (Greeners) – Indonesia rupanya masih mendapat sorotan tajam dari mata dunia. Selain dikenal sebagai negara penghasil sampah laut terbanyak kedua di dunia, konon Indonesia juga dikenal sebagai satu-satunya negara yang masih mengizinkan atraksi sirkus keliling lumba-lumba. Hal ini memicu artis yang juga mantan Puteri Indonesia tahun 2005, Nadine Chandrawinata, untuk memperjuangkan hak hidup lumba-lumba. Menurutnya, sirkus lumba-lumba sudah sepatutnya dihentikan.

“Sirkus lumba-lumba itu jahat! Harus segera dihentikan di Indonesia. Di tempat sirkus lumba-lumba, hidup mereka (lumba-lumba) sangat tersiksa. Lumba-lumba harus berenang dalam air yang mengandung kaporit sebanyak 80 persen dan itu dapat membutakan mata mereka,” tutur Nadine ketika ditemui di acara pemutaran film Negeri Dongeng di Jakarta, Rabu (25/10).

Nadine kini aktif mengampanyekan anti sirkus lumba-lumba keliling. Bersama dengan Sea Soldier, sebuah gerakan peduli laut yang ia gagas, ia berjuang untuk mengedukasi masyarakat supaya lebih peduli terhadap lumba-lumba. Menurutnya, sirkus lumba-lumba masih sulit untuk dihilangkan di Indonesia karena tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lumba-lumba itu sendiri masih rendah.

“Lumba-lumba yang hidup di lingkungan sirkus keliling itu punya umur yang pendek, rata-rata hanya berusia sampai tujuh tahun saja. Padahal bila lumba-lumba tinggal di habitat aslinya, mereka bisa hidup sampai 40 hingga 50 tahun. Masyarakat seharusnya lebih aware terhadap masalah ini,” ujar wanita yang juga kakak dari Marcel Chandrawinata dan Mischa Chandrawinata ini.

“Selain itu, lumba-lumba yang ada di sirkus keliling itu kan biasanya ditangkap secara ilegal dari laut. Lumba-lumba tersebut harus berpisah dengan kawanan dan keluarganya, tersiksa sendirian di tempat sirkus keliling. Mereka yang biasanya bergerak bebas di laut lepas, tiba-tiba mereka terkekang karena harus berenang di kolam sempit yang penuh kaporit. Bayangkan jika hal itu menimpa kepada kalian. Sedih kan?” tambahnya.

Untuk melihat lumba-lumba secara langsung, Nadine menyarankan untuk pergi langsung ke habitat asli lumba-lumba. Menurutnya hal tersebut merupakan satu-satunya cara terbaik untuk melihat lumba-lumba.

“Kalau memang kita ingin pergi melihat lumba-lumba secara langsung, lebih baik kita pergi ke habitnya langsung, ke laut. Selain lebih ramah terhadap hidup lumba-lumba, pergi berekreasi ke laut juga dapat meningkatkan quality time kita dengan keluarga atau dengan orang terdekat. Saat kita trip ke laut, tentunya kita juga akan mendapat banyak pembelajaran,” katanya.

Adanya regulasi yang lebih jelas mengenai kelayakan hidup lumba-lumba dari pemerintah merupakan hal yang tengah dinanti-nantikan oleh Nadine saat ini. Ia juga berharap supaya pemerintah dan masyarakat Indonesia lebih sadar serta peduli terhadap kehidupan lumba-lumba di Indonesia.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

Top