Once, Berharap Udara Kembali Segar

Reading time: 2 menit
Once Mekel. Foto: greeners.co/Teuku Wildan

Jakarta (Greeners) – Penyanyi Once Mekel meminta agar pengecekan emisi gas buang kendaraan bermotor agar lebih ketat diterapkan. Menurutnya, asap karbon yang telah mencemari udara di beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan.

“Pengecekan emisi gas buang harus lebih keras lah, soalnya sudah mendesak banget,” ujar Once kepada Greeners di sebuah acara di Jakarta pada akhir Desember lalu.

Pria yang sempat menjadi vokalis grup band Dewa 19 menyatakan bahwa dirinya memang tidak mempelajari permasalahan lingkungan hidup di sekolah formal, namun saat ini tidak perlu belajar di sekolah untuk mengetahui buruknya kualitas lingkungan. Dengan membandingkan kualitas udara di sekitar rumah dalam rentang waktu lima atau sepuluh tahun yang lalu, Once menarik kesimpulan bahwa kualitas udara telah mengalami penurunan.

“Saya enggak pernah menduga kalau udara di Jakarta Selatan jadi sama seperti di daerah yang lain, kayak daerah pabrik di Sunter atau daerah lain di Jakarta Utara, ” imbuhnya.

Kondisi demikian membuat pria bernama lengkap Elfonda Mekel ini khawatir akan perkembangan fisik dan psikis generasi muda Indonesia. Menurutnya, perkembangan generasi muda dapat terganggu dengan adanya udara yang sarat akan polusi.

“Saya khawatir anak saya dan anak-anak yang lain terlalu banyak menghirup karbon sehingga punya efek buruk nantinya,” ujar Ayah dari Manuel Mekel ini.

Once juga berharap pemerintah lebih memperhatikan permasalahan tersebut. Masyarakat disebutnya, tidak akan berubah jika tidak ada tindakan politik yang dapat merangsang perubahan.

“Pemerintah atau negara enggak boleh ngebiarin aja. Kalau dibiarkan terus, ya, 100 tahun ke depan bakal kayak begini saja. Kebijakan harus top-down, harus dari atas,” katanya.

Pemerintah, lanjut Once, setidaknya harus merangsang terciptanya kota atau negara yang layak huni bagi rakyatnya. Baginya, udara yang segar dan tiadanya sampah yang berserakan adalah dua hal utama yang harus dipenuhi agar terciptanya lingkungan yang layak huni.

“Kota kalau enggak enak dilihat, orangnya jadi stress, jadi enggak sehat semua, malah menimbulkan hasrat buat kekerasan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Penulis: TW/G37

Top
You cannot copy content of this page