Rayi Putra Berikan Contoh Agar Anak Muda Peduli Lingkungan

Reading time: 2 menit
Rayi Putra
Rayi Putra, personil grup musik RAN. Foto: Instagram @RayiPutra

Siapa yang tidak mengenal musisi grup band RAN sekaligus produser musik, Rayi Putra. Suami dari Dila Hadju ini telah berkontribusi untuk melestarikan dan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari maupun di atas panggung.

Bersama sang istri, Rayi mengatakan telah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sejak lama bahkan saat mereka berdua masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebiasaan baik tersebut terus mereka bawa hingga berkeluarga.

“Jadi kita sudah cukup lama berusaha mengganti hal-hal sekali pakai seperti sedotan, alat-alat makan, dan popok guna ulang,” ucap Rayi dalam acara “Pawai Plastik 2020 Day 2”, Minggu, 26 Juli 2020.

Baca juga: Nicholas Saputra: Manusia Tak Dapat Dipisahkan dari Alam

Menurutnya untuk mengubah pola hidup ramah lingkungan tidaklah sulit dan tetap harus berusaha untuk terus menerapkannya. “Jangan menunggu ketika orang semua beramai-ramai sudah melakukan, kita bisa memulai dari diri sendiri walaupun belum sempurna,” ujarnya.

Tidak hanya di kehidupan sehari-hari, dalam dunia pekerjaan Rayi bersama RAN berkomitmen untuk memulai diet plastik. Ia mengatakan ikhtiar tersebut merupakan tranformasi agar timnya menjadi lebih baik.

Rayi Putra

Rayi Putra dan Dila Hadju. Foto: Instagram @RayiPutra

Menurut Rayi, dalam satu kali pertunjukan musik dapat menghabiskan seratus botol plastik air minum. Biasanya air kemasan disediakan untuk 18 orang di satu tim saat pertunjukan dan setelahnya.

Bila diakumulasikan, kata dia, dalam jangka waktu satu bulan sampai satu tahun jumlahnya sekitar 14.400 botol plastik dari satu merek. Untuk itu pada 2019, RAN memutuskan untuk mulai mengurangi plastik dengan tidak lagi mengonsumsi air minum dari botol kemasan dan menggantinya dengan botol yang bisa diisi ulang.

“Selama ini di riders kita minta panitia menyediakan berapa puluh botol minum, akhirnya kita ubah untuk disediakan dispenser dan tim RAN membawa tumbler masing-masing,” ucapnya.

Baca juga: Ridho Slank: Melestarikan Alam Melalui Adat Budaya

Rayi menuturkan dari sekitar 100 botol dalam satu kali pertunjukan setidaknya dapat berkurang dengan hanya menghabiskan empat galon air dan bisa diisi kembali. Dengan langkah ini RAN berharap dapat menjadi contoh untuk mengedukasi generasi milenial.

Teknik tersebut, kata Rayi, untuk memperlihatkan bahwa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sangat mudah. “Kalau dengan cara menyalahkan atau menegur tidak tersampaikan dengan baik dan cenderung tidak diterima,” ucapnya.

Namun sebisa mungkin Rayi berusaha untuk memberikan contoh dengan media apa pun. Apakah mereka tergerak untuk melakukannya atau tidak, kata dia, itu kembali lagi kepada kesadaran diri masing-masing. “Intinya kita sudah berusaha melakukannya dan leading by example,” kata dia.

Penulis: Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page