Trash to Trend Ciptakan Mode dari Barang Tak Terpakai

Reading time: 2 menit
Foto: www.ecofashionworld.com

Jangan terpaku oleh keadaan. Begitulah ungkapan yang tepat untuk para desainer saat ini. Kreatifitas dan kesenian dapat dituangkan dengan menggunakan bahan apapun, salah satunya adalah mengolah barang yang tidak terpakai menjadi bernilai (upcycled).

Sayangnya, tidak banyak desainer yang melakukan terobosan dengan menggunakan barang yang tidak terpakai sebagai bahan untuk membuat busana, aksesoris dan berbagai macam alat kebutuhan rumah tangga lainnya. Padahal dengan melakukan tindakan ini, desainer ikut berperan dalam memperbaiki bumi yang sedang dilanda kerusakan.

Pemanfaatan barang yang tidak terpakai ini telah diterapkan oleh sebuah organisasi bernama “Trash to Trend”. Reet-Aus, desainer pendiri “Trash to Trend”, menghabiskan waktunya bereksperimen dengan upcycling sejak tahun 2005. Produk upcycled buatannya tidak hanya busana untuk perempuan, namun juga busana untuk laki-laki dan anak-anak.

Foto: www.ecofashionworld.com

Foto: www.ecofashionworld.com

Selain itu, terdapat juga aksesoris berupa ikat pinggang, gelang, anting, kalung, tas dan dompet yang dijual dalam jaringan atau daring (online) dalam situs mereka, trashtotrend.com. Tak ketinggalan, furnitur pun menjadi salah satu yang dijual dalam situs ini, yakni berupa bingkai cermin, rak buku dan meja. Semuanya ini merupakan karya dari desainer yang berbeda-beda.

Organisasi non-profit ini memang didedikasikan untuk mendidik desainer dan masyarakat di seluruh dunia tentang kemungkinan dan keuntungan dari upcycling tersebut. Caranya sangat mudah, hanya dengan mengambil sesuatu dari tumpukan sampah lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang indah dan bernilai.

Namun sangat disayangkan, banyak desainer yang beranggapan bahwa berkarya dengan upcycling tidak bisa dilakukan untuk skala besar. Padahal, sebenarnya hal ini mungkin untuk dilakukan. “Trash to Trend” membuka toko online untuk mendukung para desainer yang berdedikasi untuk berkarya dengan bahan sampah ini dan menyebarluaskan hasil karya mereka ke seluruh dunia.

Penulis : Gloria Safira

Top