Unwasted, Tas Unik dari Limbah Kulit Anggur

Reading time: 2 menit
Pembuatan tas berbahan limbah kulit anggur ini memakan waktu hingga lima minggu. Foto: Dezeen

Tidak banyak orang peduli terhadap keberadaan limbah kulit anggur. Limbah tersebut biasanya terbuang begitu saja dan membusuk dengan sia-sia di tempat sampah. Namun Meng Du, seorang desainer asal Tiongkok, berhasil memberikan kehidupan kedua pada kulit anggur yang terbuang dengan mengolahnya kembali menjadi produk fesyen yang bernilai.

Tangan dingin Meng berhasil “menyulap” kulit anggur menjadi tas menarik bernama Unwasted. Untuk menghadirkan koleksi tas Unwasted, Meng memanfaatkan kulit anggur yang berasal dari sisa produksi minuman anggur. Meng sendiri bekerja sama dengan produsen minuman anggur non-alkohol, OddBird, untuk mendapatkan bahan baku.

“Saya berharap keberadaan tas Unwasted dapat membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan yang muncul karena tumpukan limbah makanan,” ujar Meng dalam Dezeen. “Saya juga ingin mengajak orang-orang agar lebih peduli terhadap fesyen berkelanjutan dan penggunaan bahan daur ulang melalui tas ini.”

Untuk membuat tas dari limbah kulit anggur, ada beberapa tahapan proses yang harus Meng lakukan. Setelah terkumpul, kulit anggur melewati proses pengeringan dan dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan kulit anggur selanjutnya akan dicampurkan dengan bahan-bahan alami dan dibentuk hingga menyerupai lembaran kulit.

Sebelum melewati proses pengolahan hingga menjadi tas, kulit alternatif dari kulit anggur harus kembali dikeringkan. Seluruh proses pembuatan tas memakan waktu sekitar empat hingga lima minggu.

Kulit Alternatif dari Limbah Kulit Anggur: Ringan dan Lentur

Meng menjelaskan, kulit alternatif yang ia gunakan untuk membuat tas Unwasted memiliki tekstur dan kualitas yang tidak kalah bagusnya dengan kulit hewan asli. Kulit alternatif berbahan dasar limbah kulit anggur memiliki sifat yang ringan, lentur dan juga bertekstur halus.

“Siapapun dapat merasakan tekstur asli dari limbah kulit anggur ketika menyentuh tas Unwasted. Hal ini dapat menambah keunikan dari tas itu sendiri,” kata Meng. “Setiap bagian dari tas ini memiliki tampilan yang unik.”

Meskipun terbuat dari limbah kulit anggur, tas kreasi Meng tetaplah terlihat menarik. Meng sendiri menghadirkan koleksi tas Unwasted dalam dua tipe, yakni Merlot dan Chardonnay. Tas dengan tipe Merlot memiliki bentuk yang unik menyerupai botol susu, sedangkan tipe Chardonnay berbentuk menyerupai kaleng minuman. Seluruh desain dari tas Unwasted terinspirasi dari benda-benda yang sering Meng temukan di tempat pembuangan sampah.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Dezeen

Top

You cannot copy content of this page