White Shoes and The Couples Company, Geram Sampah dan Kebakaran Hutan

Reading time: 1 menit
White Shoes and The Couples Company. Foto: greeners.co/TW

Jakarta (Greeners) – Menumpuknya sampah serta pemukiman kumuh di pinggiran Sungai Ciliwung yang kian bertambah dari tahun ke tahun adalah salah satu permasalahan khas di Jakarta. Hal ini pun menjadi perhatian band indie asal Jakarta, White Shoes and The Couples Company (WSATCC). Band yang terdiri atas enam orang personel ini menyayangkan perilaku masyarakat ibu kota yang terbiasa membuang sampah sembarangan.

“Kita mulai dari individu lah, enggak usah buang sampah sembarangan,” tegas sang Basis, Ricky Surya Virgana mewakili teman-temanya kepada Greeners saat ditemui pada Rabu (30/09) malam di Café Rolling Stones, Jakarta.

Selain kesadaran individu, Ricky juga menambahkan bahwa pemerintah harus turun tangan dalam permasalahan lingkungan yang ada di Jakarta. Ia menyatakan sangat mendukung pengangkutan sampah yang menumpuk selama 30 tahun di Ciliwung. Apresiasi juga ia berikan pada pemerintah atas upaya normalisasi Sungai Ciliwung, termasuk penggusuran rumah warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung.

“Jakarta memang perlu pemimpin yang keras karena masalah kayak gini sudah dibiarin bertahun-tahun,” ujarnya.

White Shoes sendiri memiliki sebuah lagu bertemakan lingkungan yang berjudul “Zamrud Khatulistiwa”. Isi lagu tersebut menceritakan tentang kerusakan alam, khususnya hutan Indonesia yang diakibatkan oleh perilaku manusia. Kritik yang disalurkan lewat lagu tersebut, ternyata masih relevan dengan kebakaran hutan yang terjadi belakangan ini.

Mengenai kasus kebakaran hutan di beberapa provinsi, Ricky mengaku sangat geram dengan para pelaku pembakaran tersebut. “Kita kalau lihat berita rasanya gimana gitu, kan, tapi enggak bisa apa-apa juga,” ujarnya. Meski demikian, lelaki berambut ikal ini menyatakan permasalah hutan tidak dapat dibiarkan dan harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk pemerintah.

Penulis: TW/G37

Top