Bergaya dengan Aksesori dari Kulit Kayu Gelam

Reading time: 3 menit
Bergaya dengan Aksesori Kulit Kayu Gelam
Bergaya dengan aksesori kulit kayu gelam. Foto: Magita Tria Adhianti dan Faza Wahmuda.

Belakangan ini warna-warni tanah, atau earth tone menjadi tren fesyen yang digandrungi. Fashionista menilai kesan alam dan natural yang ditonjolkan membuat warna-warni ini semakin menarik. Tidak hanya baju yang tersedia dalam pilhan warna tanah, tetapi juga aksesori. Kali ini, perancang aksesori muda dari Tanah Air memanfaatkan kulit kayu gelam yang berasal dari Kalimantan guna menghadirkan warna-warni tanah.

Kayu gelam yang acap tumbuh di rawa gambut memiliki karakteristik kulit kayu yang mengelupas. Kulit kayu gelam dianggap tidak memiliki fungsi karena masyarakat sekitar hanya memanfaatkan batang kayu gelam saja. Kayu gelam umumnya digunakan untuk penyokong sementara dalam pembangunan rumah yang kemudian akan dijual kepada pengepul untuk dijadikan arang.

Bergaya dengan Aksesoris Kayu Gelam

Kulit kayu gelam yang berlapis-lapis dan mengelupas dianggap tidak memiliki nilai fungsi dan jual sehingga tidak dimanfaatkan. Foto: Shutterstock.

Sementara kulit kayu gelam yang berlapis-lapis dan mengelupas dianggap tidak memiliki nilai fungsi dan jual sehingga tidak dimanfaatkan. Hal ini berbeda dengan mahasiswa Surabaya yang satu ini. Dia justru melihat ada kesempatan yang sembunyi pada kulit kayu gelam.

“Pembuatan produk berupa fesyen aksesori bertujuan untuk memperkuat karakteristik kulit kayu gelam beserta nilai jualnya, ditambah industri fesyen wanita saat ini sedang berkembang begitu pesat,ungkap Magita Tria Adhianti dan Faza Wahmuda dalam Jurnal Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VII 2019 Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).

Baca juga: Microsoft Berikrar Perangi Kelangkaan Air

Proses Eksperimen Kulit Kayu Gelam Hasilkan Dua Karakteristik Bahan

Pada jurnal yang berjudul “Pemanfaatan Kulit Kayu Gelam Menjadi Produk Fesyen Aksesori Wanita” Magita dan Faza menuliskan bahwa terdapat dua alternatif proses eksperimen yang dilakukan yaitu proses penghancuran dan proses penguatan tekstur yang menghasilkan dua karakteristik berbeda.

“Hasil eksperimen tersebut kemudian dijadikan sebagai material pembuatan produk fesyen aksesori wanita berupa tas, dompet, phone case, dan key holder. Produk tersebut dipilih karena memiliki bidang yang lebih luas dibandingkan dengan produk aksesori lainnya sehingga mempermudah proses penjahitan,” ujar Magita dan Faza.

Bergaya dengan Aksesori kayu gelam

Kulit kayu gelam dikupas terlebih dahulu hingga menjadi lebih tipis dan mudah ditekuk. Foto: Magita Tria Adhianti dan Faza Wahmuda.

Baca juga:Mahasiswa Yogyakarta Manfaatkan Limbah Kayu Palet untuk Hias Terarium

Pembuatan aksesori dari kulit kayu gelam pertama melewati tahap identifikasi, kulit kayu gelam yang digunakan adalah kulit kayu gelam yang memiliki dimensi besar pada kulit kayu bagian dalam. Pada proses penghancuran kulit kayu gelam direbus dengan menggunakan air dan Natrium Hidroksida selama 15 menit yang kemudian di blender. Jika kulit kayu gelam ingin diberi pewarna maka harus di bleaching terlebih dahulu setelahnya baru diberi warna, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari selama 3 jam.

Pada proses penguatan tekstur, kulit kayu gelam dikupas terlebih dahulu hingga menjadi lebih tipis dan mudah ditekuk, kemudian dibersihkan dari serat-serat yang tidak beraturan. Pembentukan lembaran dilakukan dengan menyusun kulit kayu gelam menjadi lembaran dengan dimensi besar, lalu di finishing dengan politur doff dan politur warna. Pelapisan bahan menggunakan blacu, kanvas dan furing. Setelah itu penggabungan material tambahan yaitu kulit sintetis, kemudian pola dibentuk dan digabungkan.

Penulis: Mega Anisa

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page