Botol Jus Biodegradable Ini Bisa Dimakan dan Menjadi Kompos

Reading time: 2 menit
Botol jus ini terbuat dari tepung kentang. Foto: Dezeen

Apa jadinya bila kita minum jus beserta botolnya? botolnya tentu tak akan jadi sampah bukan? Menariknya lagi ada botol jus biodegradable ini juga sangat berpotensi digunakan sebagai kompos.

Studio desain Tomorrow Machine telah menciptakan botol jus biodegradable berbahan tepung kentang. Tak heran bila botol jus ini bisa kita kupas dan makan, Sobat Greeners!

Botol ramah lingkungan ini bernama GoneShells. Inovasi ini masih berupa prototipe hasil kerja sama dengan perusahaan Eckes Granini, pemilik merek jus Brämhults.

“Kami menginginkan nama yang melambangkan cara alami untuk melindungi makanan, mirip dengan kulit buah atau kulit telur,” kata pendiri Tomorrow Machine, Anna Glansén.

Istilah “Gone” berhubungan dengan penemuan unik di balik bahannya dan cara untuk menghilangkan kemasan setelah kita gunakan.

Menariknya, bentuk dari botol jus biodegradable ini melengkung. Bahannya terbuat dari tepung kentang terlapisi bahan tahan air berbasis bio di bagian dalamnya.

Setelah jus habis, botol unik ini bisa kita kupas menjadi bentuk spiral mirip dengan buah dan segera bisa terdekomposisi ke alam. Botol ini juga bisa kita larutkan ke dalam air.

Bahan ini dapat terurai secara hayati dan aman karena tak mengandung komponen sintesis apapun.

“Selama Anda tidak mengaktifkan proses degradasi dengan mengupas botol atau merobeknya dengan cara lain, cara kerjanya mirip dengan botol plastik tradisional,” jelas Glansén.

Menurutnya, proses produksi GoneShells menggunakan peralatan untuk memproses termoplastik berbasis bahan bakar fosil.

Botol jus bisa terurai dan menjadi kompos. Foto: Dezeen

Mengatasi Permasalahan Sampah

Selain dapat mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk di TPA, material ini bisa mengatasi kurangnya fasilitas daur ulang dan pengomposan yang saat ini ada.

“GoneShells menawarkan bentuk baru kemasan berkelanjutan, yang melewati sistem daur ulang dalam pengertian tradisional,” kata agensi branding F&B Happy yang berkolaborasi dalam proyek tersebut.

Tak hanya botolnya, tutup hijau di atas botol prototipe ini juga berbahan tepung kentang.

GoneShells terinspirasi dari proyek sebelumnya Tomorrow Machine, This Too Shall Pass. Produk kemasan ini dapat kita makan sesuai dengan umur makanan di dalamnya.

“Kami membuat serangkaian prototipe. Tapi kemasannya tidak pernah kita produksi karena biaya bahannya mahal dengan metode produksi yang rumit,” kata Glansén.

Ia menyebut, mengacu pada teknik pembuatan dan bahan baku yang terjangkau membuat GoneShell sebagai produk yang layak memasuki pasar.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: Dezeen

Top