CornWall, Ubin Ramah Lingkungan dari Limbah Tongkol Jagung

Reading time: 2 menit
CornWall. Foto: Dezeen
CornWall. Foto: Dezeen

Perusahaan material Circular Matters dan StoneCycling manfaatkan limbah tongkol jagung menjadi ubin yang ramah lingkungan. CornWall menjadi sebuah produk interior yang inovatif, bahkan bisa terurai secara hayati.

Kehadiran produk ini bisa menjadi alternatif produk interior yang lebih ramah lingkungan daripada ubin keramik atau laminasi plastik. Saat ini, CornWall tersedia dalam bentuk ubin dan lembaran.

Dezeen melansir bahwa bahan CornWall berasal dari lebih dari 99% sumber biologis terbarukan. Selain itu, pembuatannya pada suhu rendah dengan menggunakan sebagian besar tenaga surya. Bahkan, dalam produksinya mengeluarkan lebih sedikit karbon dioksida.

BACA JUGA: Pengusaha India Ashay Bhave Ciptakan Sepatu dari Sampah Plastik

Sementara itu, Circular Matters dan StoneCycling pun telah memproduksi ubin dengan sistem bongkar pasang yang mudah. Ubin yang terbongkar dapat mereka gunakan kembali atau mereka berikan ke perusahaan. Selanjutnya, ubin tersebut dibersihkan dan daur ulang. Dengan demikian, produk bisa bertahan lama.

CornWall. Foto: Dezeen

CornWall. Foto: Dezeen

Limbah Jagung Melimpah

Salah satu pendiri StoneCycling, Ward Massa mengatakan, jagung adalah satu tanaman yang paling banyak ditanam di planet ini dan limbahnya pun melimpah.

“Apa yang terjadi jika anda menanam jagung untuk konsumsi manusia? Anda membuang jagung tersebut dan tongkol jagungnya, menjadi bahan sisa karena tidak memiliki nilai gizi apa pun,” ujarnya, Jumat (19/1).

Massa melanjutkan, biasanya tongkol jagung ini tetap berada di lahan dan membusuk atau dibakar sebagai biomassa untuk menghasilkan energi. Dalam kedua kasus tersebut, ada potensi pelepasan karbon yang tersimpan dalam serat.

Produksi CornWall Menggunakan Pemanasan

Produk CornWall merupakan kolaborasi antara Circular Matters dan StoneCyling. Mereka berkolaborasi membuat CornWall di Antwerp, Belgia. Circular Matters menggunakan proses pengepresan untuk membuat dinding yang dapat digunakan kembali dari tongkol jagung bekas.

Design Boom melansir bahwa tim produksi telah memanaskan inti organik tongkol jagung hingga sekitar 150 derajat Celcius. Pemasanan ini mengaktifkan polimer dalam biomassa dan menciptakan ikatan yang kuat.

BACA JUGA: Pengusaha Ifedolapo Runsewe Ubah Ban Bekas Jadi Paving Block

Alhasil, produk terlahir dengan kokoh dan stabil lewat proses pemanasanan. Proses ini menggunakan listrik dari panel surya yang terletak di atap fasilitas produksi.

Di samping itu, kini Cornwall memiliki satu tekstur, delapan warna, dan dua ukuran. Produk ubin ramah lingkungan ini memiliki lebih banyak tekstur yang rencananya akan mereka perkenalkan lebih luas.

Tak hanya bisa menyerap karbon dioksida selama produksinya, tetapi CornWall memiliki masa pakai yang berkelanjutan. Sebab, produknya dapat terurai secara hayati atau dapat daur ulang 100%.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top