Desainer Swedia Ciptakan Furnitur dari Makanan Sisa

Reading time: 2 menit
Pembuatan piranti ini berasal dari makanan sisa dan bersifat nol limbah. Foto: Dezeen

Seorang desainer asal Swedia bernama Carolina Härdh berhasil memberikan kehidupan kedua pada limbah makanan dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih mengolahnya kembali menjadi kompos atau pakan ternak, Carolina justru mengolah kembali makanan sisa menjadi furnitur yang menarik. Adapun jenis furnitur yang ia ciptakan yaitu bangku dan meja serbaguna.

“Pada tahun 2018, terdapat sekitar 1,3 ton limbah makanan di Swedia dan ini memprihatinkan,” ujar Carolina dalam situs resminya. “Kehadiran furnitur ini diharapkan dapat membuktikan bahwa limbah makanan bisa menjadi sumber material yang berharga, jika kita bisa menanganinya dengan tepat.”

Untuk membuat koleksi furniturnya, Carolina menggunakan makanan sisa berupa tepung beras, tulang ikan, cangkang kerang dan juga rumput laut. Ia bekerja sama dengan restoran lokal di kawasan Gothenburg bernama Vra untuk mendapatkan seluruh limbah makanan tersebut.

Sebelum dibentuk menjadi furnitur, makanan sisa harus melewati proses pengeringan dan penggilingan terlebih dahulu hingga berbentuk menyerupai semen. Setelah itu, seluruh bahan dicampur dengan perekat alami berbahan tulang ikan dan air sisa cucian beras hingga menyerupai adonan. Campuran tersebut nantinya akan melewati proses pencetakan dan pembentukan.

Meskipun terbuat dari makanan sisa, furnitur ciptaan Carolina tetaplah bersifat kokoh dan kuat. Kekuatan tersebut berasal dari cangkang kerang yang begitu kaya akan kalsium karbonat. Campuran bahan yang ia kembangkan memiliki sifat dan tekstur menyerupai teraso berbahan dasar semen.

Furnitur dari Makanan Sisa: Mudah Terurai dan Dapat Menutrisi Tanah

Furnitur berbahan dasar makanan sisa kreasi Carolina memanglah kokoh dan kuat, namun tetap bersifat mudah terurai. Ini karena furnitur tersebut terbuat dari bahan-bahan yang 100 persen alami. Meski demikian, Carolina masih belum bisa memastikan seberapa lama furnitur ciptaannya bisa terurai sepenuhnya dengan tanah.

“Ketika sudah sepenuhnya terurai, furnitur ini dapat menyuburkan tanah. Cangkang kerang dan tulang ikan yang terdapat dalam furnitur ini kaya akan nutrisi baik yang bermanfaat bagi tanah,” tutur Carolina.

Perlu kita ketahui, Carolina menerapkan prinsip zero waste atau nol sampah dalam proses pembuatan furnitur berbahan dasar makanan sisa. Ia memanfaatkan seluruh bahan semaksimal mungkin tanpa meninggalkan sisa-sisa yang terbuang sia-sia. Jika terdapat sisa bahan, Carolina akan memanfaatkannya kembali dengan membentuknya menjadi benda lain dan alas sumpit adalah salah satunya.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Dezeen

Top