Desain Kota Hijau Malaysia Serupa Hutan Hujan

Reading time: 2 menit
hutan hujan
Image: LAVA/inhabitat.com

Jika uang bukanlah hambatan, seperti apa kota ideal di masa depan? Laboratory for Visionary Architecture (LAVA) menjawab pertanyaan tersebut dengan desain spektakuler untuk Forest City, masterplan yang ditawarkan untuk kota baru di Malaysia. Dibangun diatas lahan seluas 20 kilometer persegi, Forest City akan dibangun ditengah hutan kota dengan meniru ekosistem hutan tersebut.

Seperti dilansir Inhabitat, Forest City mengedepankan efisiensi penggunaan lahan, sensitivitas lingkungan, dan pembangunan inklusif yang mencerminkan nuansa kota di dalam hutan. “Gedung pencakar langit diseluruh dunia semuanya sama – biasanya merupakan gedung kembar yang berdiri menjulang di tengah kota, dikelilingi oleh gedung-gedung yang berkualitas lebih rendah,” ujar Chris Bosse, direktur LAVA.

hutan hujan

Image: LAVA/inhabitat.com

“Disini kami mendesain gedung pencakar langit yang berbeda, ikon kota tidak lagi gedung atau monumen, tetapi ruang publik. Pusat kota ini bernama Rainforest Valley dan menyajikan persamaan masyarakat sama dengan kota, dari objek ke ruang.”

Kota yang mampu menampung 700 ribu orang ini akan berlokasi diatas tanah reklamasi antara Malaysia dan Singapura, dengan fasilitas perkantoran, area pemukiman, taman, hotel, pusat perbelanjaan, dan sekolah bertaraf internasional.

hutan hujan

Image: LAVA/inhabitat.com

Bangunan yang menyatu dengan taman ini pada setiap atapnya juga dipenuhi dengan taman. Menara landmark nantinya akan diisi apartemen, hotel, dan ruang-ruang komersil. Kota ini dibangun dengan mengutamakan para pejalan kaki, sehingga alur jalannya akan dipisah dengan lalu lintas kendaraan dibawah tanah dan rel kereta akan dibuat satu tingkat diatas pedestrian.

Selayaknya hutan hujan, Forest City menggunakan sistem tertutup dimana proses pengolahan limbah tersembunyi dibawah tanah, selain itu material lokal juga akan dipakai sebagai konstruksi dan energi akan dihasilkan melalui sumber-sumber terbarukan.

Penulis: MFA/G41

Top
You cannot copy content of this page