Ilmuwan Gunakan Daun Bayam untuk Membuat Jantung Tiruan

Reading time: 2 menit
daun bayam
Foto: Worcester Polytechnic Institute/wpi.edu

Tim ilmuwan dari Worcester Polytechnic Institute, University of Wisconsin-Madison, dan Arkansas State University-Jonesboro belum lama ini sukses membuat jantung versi mini. Jantung buatan tersebut terbuat dari daun bayam yang menjadi jaringan pada jantung.

Melansir dari situs Worcester Polytechnic Institute, teknik bioteknologi saat ini tidak dapat membuat pembuluh darah untuk pertumbuhan jaringan. Dengan adanya fakta ini, tim ilmuwan kemudian mencari cara untuk menumbuhkan jaringan pada jantung.

“Faktor pembatas utama dalam pembuatan jaringan pada jantung karena kurangnya jaringan vaskular,” kata Joshua Greshlak, salah satu ilmuwan dari Worcester Polytechnic Institute. Joshua menjelaskan tanpa adanya jaringan vaskular, banyak jaringan tubuh yang mati karenanya.

daun bayam

Di sebelah kiri nampak tampilan daun bayam yang masih memiliki sel-sel tumbuhan. Sementara di sebelah kanan, daun sudah bersih dari sel tumbuhan, hanya tinggal jaringan selulosa. Foto: Worcester Polytechnic Institute/wpi.edu

Dalam penelitian tersebut, ditemukan fakta bahwa pada dasarnya tanaman memiliki kemiripan dengan jaringan vaskular saat mengangkut cairan, bahan kimia, dan molekul. Salah satu kemiripan tersebut adalah jaringan vena pada daun bayam yang bertugas mengangkut air dan nutrisi ke sel-sel daun.

Oleh sebab itu, saat ini ilmuwan meniru cara jaringan vena untuk mendapatkan darah saat darah bergerak melewati jaringan tubuh. Dalam persiapannya, para ilmuwan yang tergabung dalam ujicoba ini melepaskan sel daun bayam hingga yang tersisa hanya jaringan tembus pandang yang cukup tipis. Mereka kemudian mengisi kerangka daun tersebut dengan sel-sel manusia. Hasilnya ternyata cukup memuaskan karena jaringan ini kemudian dapat berkembang.

Joshua menyatakan ketika sel-sel tumbuhan sudah dibersihkan, yang tinggal hanya selulosa, sebuah substansi alami yang tidak berbahaya bagi manusia.

“Selulosa merupakan biokompatibel (tidak berbahaya bagi jaringan makhluk hidup) dan telah digunakan secara luas dalam pengaplikasian pengobatan regeneratif, seperti rekayasa jaringan tulang rawan, rekayasa jaringan tulang, dan penyembuhan luka,” tulis tim ilmuwan tersebut dalam laman resmi Worcester Polytechnic Institute.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perkembangan tanaman deselularisasi membuka potensi cabang ilmu baru yang menyelidiki mimikri antara tumbuhan dan hewan.

Penulis: SA/G40

Top
You cannot copy content of this page