Solar Foods Ciptakan Makanan Dari Karbon Dioksida

Reading time: 2 menit
Foto : solarfoods.fi

Keberadaan karbon dioksida (CO2) yang berlebihan di atmosfer memang sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim. Namun di sisi lain, karbon dioksida juga memiliki manfaat, khususnya bagi tanaman untuk melakukan proses fotosintesis.

Memandang hal diatas sebagai peluang, sebuah perusahaan startup asal Finlandia, Solar Foods, baru saja memperkenalkan Solein, sebuah makanan berprotein yang terbuat dari karbon dioksida.

Didirikan oleh Pasi Vainikka, dosen sekaligus mantan ilmuwan utama dalam penelitian energi terbarukan di Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia pada tahun 2017, Solar Foods adalah perusahaan teknologi asal Finlandia yang memproduksi makanan tanpa melibatkan pertanian.

Dengan solusi bioteknologi yang revolusioner, produk ini memungkinkan produksi protein alami di mana saja dengan menggunakan udara, air, dan listrik.

Meskipun terbuat dari karbon dioksida, Solein memiliki kandungan gizi bahkan bisa jadi alternatif daging nabati atau daging hewani. Melalui Solein, Solar Foods memiliki visi untuk memecahkan krisis pangan dunia dan menciptakan solusi industri makanan yang dapat berkembang melampaui batasan pertanian.

CEO Solar Foods Pasi Vainikka/Foto : solarfoods.fi

Dilansir dari Futurism, proses pembuatan Solein ini diklaim 100 kali lebih ramah lingkungan dibanding sumber protein lainnya. Selain tanpa melibatkan pertanian, Solein juga dapat memenuhi kebutuhan makanan di suatu tempat dimana teknik pertanian tidak bisa diterapkan dan secara tidak langsung dapat mengatasi dampak lingkungan.

Untuk membuat Solein, energi terbarukan digunakan untuk memecah sel-sel air menjadi hidrogen dan oksigen. Kemudian ia menggabungkan hidrogen dengan CO2 dan menambahkan kalium, natrium, dan nutrisi lainnya.

Dan proses selanjutnya yaitu pemberian makan berupa ramuan ke mikroba yang pada akhirnya menghasilkan suatu bahan yang bisa dimakan. Menurut Solar Foods, Solein mengandung sekitar 20 hingga 25 persen karbohidrat, 5 hingga 10 persen lemak dan 50 persen protein.

“Memproduksi Solein sepenuhnya bebas dari pertanian, ia tidak memerlukan tanah yang subur atau irigasi dan tidak dibatasi oleh kondisi iklim. Ini dapat diproduksi di mana saja di seluruh dunia, bahkan di daerah di mana protein konvensional tidak memungkinkan untuk diproduksi,” jelas Solar Foods kepada Dezeen.

Solein diharapkan masuk ke jaringan ke toko bahan makanan dalam dua tahun ke depan, mungkin dalam bentuk protein shake atau yogurt nabati. Untuk memperluas distribusinya, Solar Foods berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan startup makanan seperti Beyond Meat dan Impossible Foods di masa depan.

Penulis: Diki Suherlan

Top