Korea Selatan Gali Cara Isi Baterai Ponsel dengan Sinar Matahari

Reading time: 2 menit
charge handphone dengan sinar matahari
Korea Selatan Gali Cara Isi Baterai Ponsel dengan Sinar Matahari. Foto: Science Direct.

Ponsel cerdas yang memiliki charge handphone dengan sinar matahari tidak lagi menjadi inovasi yang tampak mustahil bagi masyarakat Korea. Sebuah penemuan dari ilmuwan Korea, berhasil menjadi gerbang pembuka dan memancing daya tarik banyak orang.

Menurut sebuah artikel yang terbit dalam Journal of Power Sources pada 1 Januari 2021, Profesor Joondong Kim dan timnya dari Universitas Nasional Incheon di Korea Selatan telah menemukan cara untuk membuat panel surya transparan yang kinerjanya melibatkan titanium dioksida (TiO2) dan nikel oksida (NiO).

Titanium dioksida adalah bahan alami melimpah yang tidak beracun dan sangat ramah lingkungan. Sifat semikonduktornya yang terkenal, sudah digunakan dalam pembuatan sel surya. Bahan ini juga menyerap sinar ultraviolet (UV) seraya membiarkan panjang gelombang cahaya lain masuk.

Nikel oksida juga memiliki sifat semikonduktor yang bagus dan mudah mencapainya. Keuntungan lainnya adalah ia juga hadir dengan transparansi optik tinggi, sehingga panel suryanya transparan.

Menggabungkan keduanya menghasilkan hasil positif bahkan dalam pengaturan cahaya redup, dan memiliki efisiensi konversi daya 2,1 persen. Ini memungkinkan panel surya memberi daya pada motor kecil selama pengujian. Yang terpenting, panelnya juga memungkinkan lebih dari 57 persen cahaya tampak melewati lapisan sel surya. Sehingga membuka jalan untuk lebih banyak kasus penggunaan di dunia nyata daripada panel surya konvensional.

Berbeda dengan sel surya hampir transparan lainnya yang tersedia di luar sana, tim Kim mengklaim bahwa kreasi mereka adalah temuan pertama yang benar-benar tembus pandang. Dengan demikian, mudah untuk berasimilasi ke dalam gawai atau pasar konsumen elektronik seperti smartphone.

Panel Surya Transparan. Foto: Science Direct.

Profesor Joondong Kim dan timnya dari Universitas Nasional Incheon di Korea Selatan telah menemukan cara untuk membuat panel surya transparan yang kinerjanya melibatkan titanium dioksida (TiO2) dan nikel oksida (NiO). Foto: Science Direct.

Upgrade Transparan Memungkinkan Pengembangan Charge Handphone dengan Sinar Matahari

Sampai saat ini, panel surya selalu tidak transparan. Meskipun menjadi salah satu cara terbersih untuk mendapatkan energi listrik, panel surya sebagian besar terbatas pada aplikasi komersial, atau terpasang sebagai panel periferal pada bangunan.

Bahkan ketika mereka telah ditempatkan pada alat-alat elektronik untuk konsumen, panel surya biasanya muncul dalam bentuk kotak atau persegi panjang kecil yang tidak mencolok pada perangkat berdaya rendah seperti kalkulator atau jam tangan.

Tetapi sekarang, dengan panel surya transparan yang terbukti dapat digunakan, kita bisa melihat lebih banyak pengaplikasiannya di dunia nyata; termasuk charge handphone dengan sinar matahari. Secara hipotetis, panel surya transparan semacam itu dapat berfungsi ganda sebagai layar ponsel cerdas, atau berguna sebagai jendela gedung atau kendaraan sehari-hari. Menawarkan peluang baru bagi bisnis untuk menjadi ramah lingkungan.

“Sementara sel surya inovatif ini masih sangat baru, hasil kami sangat menyarankan bahwa perbaikan lebih lanjut yang memungkinkan untuk fotovoltaik transparan dengan mengoptimalkan sel optik dan sifat listrik,” kata Kim. “Fitur unik dari sel fotovoltaik transparan dapat memiliki berbagai aplikasi dalam teknologi manusia.”

Baca juga: Jendela “Rasa” Panel Surya

Tampaknya ada banyak kemajuan dalam pemanfaatan energi surya. Desember lalu, seorang pria Filipina menjadi berita utama karena menemukan panel surya yang membutuhkan sedikit cahaya untuk beroperasi. Ia memenangkan Penghargaan James Dyson untuk Keberlanjutan Global selama proses pengembangan invensinya.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Mashable

Thanh Tai Nguyen, dkk., Journal of Power Sources

Top