Kurangi Jejak karbon, Bandara di India Ini Gunakan Tenaga Surya

Reading time: 3 menit
tenaga surya
Bandara Cochin International di India diklaim sebagai bandara bertenaga surya pertama di dunia. Pihak bandara memasang lebih dari 46.000 panel surya di lahan 45 hektare di kawasan bandara. Foto: Cochin International Airport via Facebook

Sebagai fasilitas publik, bandara menjadi tempat yang selalu ramai dipadati oleh pengunjung, baik untuk keperluan transportasi domestik, wisatawan mancanegara, atau distribusi barang dan jasa. Tidak bisa dipungkiri pula kalau bandara merupakan salah satu tempat penyumbang jejak karbon bagi bumi karena dalam pengoperasiannya membutuhkan energi listrik yang banyak. Untuk mengurangi penggunaan listrik di bandara, sebuah bandara di India memanfaatkan tenaga surya. Bandara ini diklaim sebagai bandara bertenaga surya pertama di dunia.

Dilansir dari Green Matters, Bandara Cochin International dikabarkan telah menggunakan tenaga surya sejak tahun 2015 dan disebut sebagai bandara tersibuk ke tujuh di India. Bandara ini melayani lebih dari 1.000 penerbangan setiap minggunya dan menangani lebih dari 10 juta penumpang setiap tahun. Terletak di pantai barat daya negara bagian Kerala, bandara ini menampung 27 maskapai penerbangan dan sekitar tiga lusin toko dan restoran yang semuanya dioperasikan dengan energi matahari.

Proyek instalasi tenaga surya ini berhasil direalisasikan ketika pihak pengelola bandara mengubah sebidang tanah yang sebelumnya disediakan untuk penanganan kargo menjadi pembangkit listrik tenaga surya. Dengan adanya sumber energi baru ini, bandara Cochin kini dapat menyediakan pasokan energi listrik sebanyak 12 megawatt, dan bahkan menghasilkan energi surplus untuk jaringan listrik negara.

“Ketika kami menyadari bahwa tagihan listrik kami melonjak, kami merenungkan beberapa kemungkinan,” ujar VJ Kurian selaku direktur pelaksana Cochin International Airport Limited pada Forbes India. “Lalu munculah gagasan untuk memanfaatkan kekuatan hijau,” tambahnya.

tenaga surya

Dengan adanya instalasi tenaga surya di Bandara Cochin diperkirakan akan menghilangkan 300.000 metrik ton karbon, jumlah yang setara dengan menanam tiga juta pohon. Foto: Cochin International Airport via Facebook

Dalam proses pengembangannya, instalasi tenaga surya ini dimulai dengan pemasangan 400 panel surya di atap bandara sebagai uji coba pada 2013. Setelah berhasil melakukan percobaan tersebut, pihak pengelola bandara kemudian menggunakan 45 hektar area di bandara untuk dijadikan pusat energi baru yang berisi lebih dari 46.000 panel surya.

“Kami mengkonsumsi energi listrik sekitar 48.000 unit (KWh) sehari. Jadi jika kami dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang sama, itu juga dengan mengikuti model pembangunan berkelanjutan, kami dapat mengirim pesan kepada dunia,” kata VJ Kurian.

Menurut CNN, proyek instalasi tenaga surya ini telah menghabiskan biaya sekitar 620 juta rupee, atau sekitar $ 9,3 juta. Pihak bandara berharap biaya pembuatan proyek tersebut akan terganti dalam jangka waktu empat tahun ke depan karena tidak lagi dibebani oleh tagihan biaya listrik. Ini merupakan upaya penghematan emisi yang sangat besar.

Dengan adanya instalasi tenaga surya ini, diperkirakan akan menghilangkan 300.000 metrik ton karbon, jumlah yang setara dengan menanam tiga juta pohon.

tenaga surya

Direktur pelaksana Cochin International Airport Limited VJ Kurian memegang piala penghargaan Champion of the Earth yang diberikan oleh Badan PBB bidang Lingkungan (UN Environment). Piala ini diberikan atas upaya bandara menerapkan energi terbarukan secara massif. Foto: Cochin International Airport via Facebook

Saat ini, bandara Internasional Cochin sedang membantu pusat transportasi lain dengan melakukan hal yang sama. Forbes India melaporkan bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian untuk meminjamkan bantuan teknis ke tiga bandara di Ghana yang berencana untuk membangun pembangkit tenaga surya sendiri. Para insinyur dari Liberia juga dikabarkan telah dilibatkan untuk menangani proyek serupa, sementara beberapa bandara di India sedang mengikuti jejak Cochin International.

Berkat investasi utamanya dalam energi terbarukan. Baru-baru ini, Cochin International mendapat penghargaan Champion of the Earth dari PBB sebagai pusat perjalanan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, khususnya dalam visi kewirausahaan. Instalasi tenaga surya di bandara Cochin tak hanya baik bagi Bumi tetapi juga untuk bisnisnya.

Pada akhir tahun lalu, India telah menerapkan instalasi tenaga surya di Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose. Bandara tersebut dikabarkan memiliki pasokan energi listrik sebesar 15 megawatt. Dengan bertambahnya proyek instalasi tenaga surya, pemerintah berharap dapat menyelamatkan pusat transit Kolkata, yang merupakan bandara tersibuk kelima di India, dengan biaya operasi sekitar 12 juta rupee (sekitar $ 16.337) per bulannya.

Penulis: DS/G43

Top