LastTissue, Tisu Pakai Ulang Ramah Lingkungan dari Denmark

Reading time: 2 menit
LastTissue, Tisu Pakai Ulang Ramah Lingkungan dari Denmark
LastTissue, tisu pakai ulang ramah lingkungan kreasi perusahaan rintisan Denmark. Foto: LastObject.

LastObject, perusahaan rintisan asal Denmark yang fokus terhadap pembuatan produk daur ulang, mengeluarkan produk baru yang juga berkelanjutan. Setelah sukses dengan LastSwab, cotton bud ramah lingkungannya, kini LastObject kembali meluncurkan sebuah produk ramah lingkungan yaitu LastTissue, tisu guna ulang ramah lingkungan.

Tisu merupakan salah satu produk yang memanfaatkan pohon sebagai bahan baku utama pembuatannya. Menggunakan lebih banyak tisu berarti membutuhkan lebih banyak penanaman pohon kembali agar sumber daya alam yang ada tidak habis begitu saja. Hal tersebut kemudian menjadi perhatian Isabel Aagaard, pendiri LastObject, bersama dengan desainer LastObject lainnya.

Mengutip Inhabitat, tiap tahunnya manusia menebang banyak pohon untuk mendapatkan bahan baku pembuatan tisu. Warga Amerika Serikat setidaknya menebang 8 juta pohon setiap tahunnya, hanya untuk membuat tisu. Oleh karena itu, tisu ramah lingkungan ini bisa menjadi solusi alternatif. Selain tidak menyakiti pohon karena terbuat dari kain katun organik, tisu ini juga bisa menghemat penggunaan air.

Sebagai produk ramah lingkungan, dalam proses produksinya tisu rilisan LastObject ini membutuhkan energi lebih sedikit. Namun, produk ini tetap memberikan efek yang sama seperti tisu pada umumnya.

“Produksi LastTissue membutuhkan energi tiga kali lebih sedikit yang menghemat beberapa ton sumber daya secara global. Bagian terpenting, LastTissue lembut untuk bayi sehingga tidak menyebabkan ruam di hidung akibat tisu atau sapu tangan yang kasar,” ungkap LastObject dalam situsnya.

Baca juga: Peneliti Afrika Selatan Gagas Batu Bata Berbahan Urine

LastTissue Lengkap dengan Kemasan Tisu Ramah Lingkungan

Dalam satu kotak LastTissue berisi 6 lembar tisu berukuran 18 x 18 cm yang dapat konsumen gunakan berulang kali. Sesuai dengan konsepnya, konsumen bisa mencuci tisu ini hingga 520 kali. Dengan demikian, konsumen menghemat penggunaan tisu bahkan hingga bertahun-tahun.

Sebagai wadah penyimpanan tisu, LastObject juga menyiapkan kemasan ramah lingkungan yang berukuran kecil dengan tujuan agar mudah untuk dibawa kemana saja.

LastObjek menyediakan kemasan tisu dari bahan silikon. Kemasan yang berukuran 11 x 5,5x 2,5 cm tersebut terbagi menjadi dua sisi, yaitu bagian atas dan bawah. Pada bagian bawah ditujukkan untuk mengambil tisu bersih, sedangkan bagian atas untuk menyimpan kembali tisu yang telah digunakan. Untuk menjaga kedua bagian tersebut tetap bersih, terdapat pembatas antara tisu bekas dan tisu baru. Sama seperti tisu ramah lingkungannya, wadah ini juga aman untuk dicuci sehingga bisa tetap bersih dan dapat bertahan hingga menyimpan 2800 lembar tisu.

Hal menarik lainnnya datang dari warna kemasan tisu. LastObject menyediakan beberapa warna berbeda sebagai pilihan. Bukan sembarang warna, warna-warna yang dipilih merupakan simbol dari spesies terancam punah akibat penggundulan hutan, seperti rakun biru, capung pirus, rubah persik, palem hijau, dan kelelawar hitam.

Penulis: Krisda Tiofani

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page