Waste Shark, Robot Canggih Pemakan Sampah di Laut

Reading time: 2 menit
Waste Shark ini dapat mengumpulkan hingga 350 kg sampah sekaligus. Foto: Ranmarine Technology

Perusahaan teknologi Belanda, RanMarine membuat robot “Waste Shark” untuk menghilangkan plastik, puing-puing dan sampah laut lainnya yang mengambang di permukaan laut. Teknologi ini mereka rancang khusus untuk digunakan di Pelabuhan Rotterdam.

Startup Belanda RanMarine Technology mengembangkan desain dan prototipe melalui program akselerator startup untuk inovasi di Pelabuhan Rotterdam. Waste Shark ini dapat mengumpulkan hingga 350 kg sampah sekaligus. Drone yang bergerak secara elektrik ini menghasilkan nol emisi karbon dan fleksibel.

DFKI RIC mendukung RanMarine Technology dan mitra EIT Digital, Nobleo Technology (keduanya dari Belanda) dalam pengembangan sistem docking otonom untuk Waste Shark. Algoritma yang DFKI sediakan akan memungkinkan drone menemukan jalan kembali, dari pelabuhan tempat menyimpan sampah yang terkumpul dan mengisi ulang baterainya.

Bersihkan Sampah Laut dan Limbah

Waste Shark adalah robot air mini yang mengapung dan bergerak secara mandiri. Robot cerdas ini menjelajahi plastik, limbah, dan polutan di permukaan air.

Mampu mengumpulkan sampah layaknya “mulut terbuka” dan membawanya ke pantai. Robot cerdas Waste Shark juga dapat mengambil bahan alami yang memengaruhi kualitas air, seperti rumput bebek, alga, dan tanaman air.

Perusahaan ingin merancang alat yang mengumpulkan sampah sebanyak mungkin dengan cara yang sederhana dan mudah dikelola. Selain itu, robot dapat mengumpulkan data untuk memantau kesesuaian air laut untuk berenang.

Sistem Kerja Waste Shark

Sistem kerja robot WasteShark dikendalikan melalui 4G, dengan jangkauan 3 kilometer, mencapai kecepatan 3 kilometer per jam. Kemudian, robot ini memiliki panjang 1,57 meter, lebar 1,09 meter, tinggi 52 cm, berat 75 kg, dan dapat berenang selama kurang lebih 6 jam.

Seorang pelaut dan penyelam profesional, Carlesi mendapatkan ide tersebut setelah menghabiskan waktu luang di atas air dan melihat banyaknya sampah yang mengapung di perairan dekat pelabuhan. Oleh karena itu, Waste Shark merupakan kontribusi tepat untuk menangani sampah.

Saat ini, Water Shark beroperasi di beberapa wilayah seluruh dunia termasuk Korea Selatan, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Robot ini pelabuhan, sektor pariwisata milik pemerintah, dan organisasi setempat gunakan.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : robotik.dfki-bremen.de

                  portofrotterdam

Top