Limbah Kulit Pisang, Sumber Energi Bersih di Masa Depan

Reading time: 2 menit
Kulit pisang menyimpan potensi energi bersih di masa depan. Foto: Shutterstock

Nasib kulit dari buah pisang umumnya hanya berakhir di tempat sampah dan terbuang sia-sia. Namun melalui tangan dingin para peneliti dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) Swiss, limbah kulit pisang yang tidak berdaya dapat “bertransformasi” menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Pada akhir Januari lalu, para peneliti dari EPFL berhasil menciptakan teknologi yang mampu mengolah limbah kulit pisang menjadi sumber energi bersih. Mereka berhasil menciptakan metode baru yang dapat mengekstrak kandungan hidrogen dari limbah dari buah pisang tersebut. Hidrogen sendiri merupakan salah satu sumber energi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk banyak kegunaan.

Untuk menciptakan energi bersih dari limbah kulit pisang, para peneliti menggunakan metode baru berupa flashing. Metode tersebut memungkinkan peneliti untuk mengekstrak kandungan hidrogen dan arang alami (biochar) dari kulit buah pisang hanya dengan menggunakan cahaya. Biochar dari limbah pisang sendiri dapat kita manfaatkan sebagai pupuk.

“Kami melakukan metode ini dengan menggunakan cahaya kuat yang bersumber dari lampu xenon. Cahaya tersebut mampu mendorong reaksi kimia foto-termal pada limbah kulit pisang. Reaksi foto-termal dapat memicu produksi hidrogen serta biochar,” ujar salah satu peneliti, Dr. Bhawna Nagar, dalam Euronews.

Dr. Bhawna menjelaskan, proses pengolahan limbah kulit pisang menjadi sumber energi dapat mereka lakukan secara singkat dengan menggunakan metode flashing. Mereka dapat mengekstrak kulit dari buah pisang menjadi sumber energi hanya dalam beberapa milidetik saja.

Tidak Hanya Kulit Pisang yang Berpotensi Menjadi Sumber Energi Bersih

Tidak hanya limbah kulit pisang, mendapatkan sumber energi bersih dengan menggunakan metode flashing juga dapat kita terapkan pada berbagai sumber biomassa. Dengan memanfaatkan metode tersebut, kita juga bisa mendapatkan energi bersih dari tongkol jagung, biji kopi dan tempurung kelapa.

“Setiap kilogram dari biomassa kering dapat menghasilkan sekitar 100 liter hidrogen dan 330 gram biochar,” kata Dr. Bhawna.

Sebagai informasi, tim peneliti EPFL bukanlah satu-satunya pihak yang berhasil menciptakan sumber energi bersih dari limbah. Beberapa waktu sebelumnya, para peneliti dari University of Haifa berhasil menciptakan energi bersih dari limbah semangka. Selain itu, peneliti lain dari Kota Sevilla, Spanyol, juga berhasil menciptakan energi ramah lingkungan dari limbah buah jeruk.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Euronews

Situs Resmi EPFL

Top
You cannot copy content of this page