Olah Rumput Laut Jadi Sabun dan Hand Sanitizier

Reading time: 2 menit
Proses pembuatan sabun dan hand sanitizier dari rumput laut. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Pasangan suami istri (pasutri) asal Nusa Lembongan Bali membuat hand sanitizer dan sabun cuci tangan Nusa berbahan baku rumput laut. Inisiasi ini juga bertujuan memanfaatkan budi daya rumput laut di kawasan pesisir Nusa Lembongan, Bali.

Mereka adalah Ni Luh Putu Wira Astuti dan I Nyoman Sudiatmika. Keduanya menggagas produk alamiah ini pada awal tahun 2020. Terbentuknya produk Nusa merupakan hasil dari titik bangkit mereka ketika mengalami penurunan bisnis penyewaan villa saat pandemi.

Dengan tekadnya, Ni Luh dan I Nyoman mencari alternatif lain untuk membuat bisnis yang bisa berguna pada kondisi tersebut. Akhirnya, dengan melihat potensi bisnis saat pandemi, mereka membuat produk kesehatan yang berguna untuk masyarakat dalam menjaga kebersihannya.

“Latar belakang Nusa awalnya dari corona, kita di sini awalnya bisnis pada bidang pariwisata, namun semenjak corona ini semua kita beralih ke rumput laut, jadi kita berinisiatif sama suami gimana caranya untuk mengolah rumput laut ini,” kata Ni Luh kepada Greeners di Lembongan, Bali (27/6).

Dalam waktu satu bulan, rata-rata Nusa hand soap berhasil terjual hampir 250 botol dengan ukuran 450-500ml seharga Rp 110.000. Tak hanya itu, saat ini sudah banyak mitra seperti hotel dan coffee shop yang memesan produk sabun cuci tangan Nusa dengan aroma black coffee.

Proses Pembuatan Produk Nusa

Mencari bisnis alternatif saat pandemi merupakan tantangan yang tidak mudah. Menurut Ni Luh wanita berusia 42 tahun itu, pada tiga tahun yang lalu proses membentuk bisnis ini telah memakan waktu yang lama. Sebab butuh percobaan dan riset berkali-kali guna menghasilkan produk yang memuaskan.

Sebelum menjadi sebuah produk kesehatan yang alami, ada proses yang mereka lakukan. Pertama-tama mengambil rumput laut dari petani, kemudian mereka cuci dan jemur. Selanjutnya, rumput laut pun mereka cuci kembali sebanyak tiga sampai empat kali agar warnanya berubah menjdi putih dan bersih.

Tak sampai di tahap itu, rumput laut pun akan diblender dan diekstrak menggunakan mesin pengaduk. Kemudian mereka tambahkan beberapa komponen yaitu garam dan NP 10 untuk menyatukan minyak serta air.

Proses pemanenan rumput laut. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Kosmetik Menjadi Rencana Lanjutan

Penjualan produk Nusa ini menghasilkan omzet yang cukup besar yakni mencapai Rp 10-15 juta per bulan. Ni Luh dan I Nyoman pun terus mendalami bisnis produk rumput laut ini. Sehingga mereka tidak tertarik untuk kembali melanjutkan bisnisnya di dalam sektor pariwisata.

Tidak hanya berhenti pada produk hand sanitizer dan sabun cuci tangan, Ni Luh mengatakan bahwa dirinya memiliki rencana untuk memanfaatkan rumput laut menjadi produk kecantikan. Misalnya seperti serum, day cream, moisturizer, body wash, dan body lotion.

Hebatnya, I Nyoman telah mengantongi penghargaan sebagai pemenang kreativitas dan inovasi teknologi masyarakat pada tahun 2022 di Bali. Saat ini, beberapa perusahaan kecantikan pun telah menggandeng Nusa untuk berkolaborasi bersama dalam pembuatan produk berbahan dasar rumput laut.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Top