Gerakan Ciliwung Bersih, Fasilitator Bagi Para ‘Perawat’ Ciliwung

Reading time: 3 menit
gerakan ciliwung bersih

Direktur Eksekutif Gerakan Ciliwung Bersih Peni Susanti memberikan penghargaan kepada beberapa komunitas peduli Ciliwung dalam peringatan Hari Air pada Maret lalu. Foto: greeners.co/Arief Tirtana

Sepanjang satu tahun tersebut, anggota Kopassus digerakan untuk turun langsung dalam menjaga, membersihkan dan merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Hasilnya berupa program Kopassus Jumat Bersih, Sabtu Penghijauan, Minggu Sehat.

Pada tahun berikutnya, bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia, GCB kembali melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Tahun 2013, misalnya, GCB menggandeng UNESCO dan Indonesia Global Compact Networ (IGCN). Dan tahun-tahun berikutnya GCB juga bekerja sama dengan beberapa universitas guna menerapkan studi dan berbagai penemuan yang bisa dimanfaatkan kelompok masyarakat yang ada di DAS Ciliwung.

“Sejak 2013 para anggota sendiri yang menyelenggarakan (Hari Air). Dan ini bukan hanya sekadar seremonial semata, namun juga menjadi momen tahunan bagi KCB untuk mengevaluasi kualitas air khususnya yang ada di sungai Ciliwung,” kata Peni.

Kualitas air membaik

Setelah berjalan lima tahun, pada peringatan Hari Air tahun 2017, Peni menjelaskan bahwa hasil evaluasi yang KCB lakukan berdampak pada membaiknya kualitas air dan DAS Ciliwung. Salah satu indikatornya adalah instalasi air PAM di Ciliwung yang ditutup pada tahun 2007 karena aliran air yang kotor, pada 2015 telah dibuka kembali.

“Selain itu, saya lihat sendiri pada musim kemarau anak-anak berenang di Ciliwung daerah Pejaten, saya tanyai setelah mereka berenang mereka tidak gatal-gatal,” katanya.

Di lokasi yang sama, lanjutnya, juga mulai muncul biota air seperti ikan baung, ikan nila, bahkan lobster biru yang kini juga mulai dibudidayakan di aliran Ciliwung. Bahkan karena bantaran sungainnya juga ditanami, hewan-hewan kini mulai dapat ditemui disekitar bantaran Ciliwung seperti luwak, biawak, monyet, dan berbagai jenis burung.

Dengan hasil yang demikian, Peni berharap GCB dapat membuat Ciliwung sebagai benchmark bagi sungai-sungai lain yang ada di Jakarta sehingga bukan hanya Gerakan Ciliwung Bersih tapi juga mengarah pada Gerakan Teluk Jakarta Bersih.

“Karena teluk Jakarta masuk dalam tiga Provinsi (Jakarta, Banten, Jawa Barat), kita juga bekerja sama dengan ketiganya, dan pada peringatan Hari Peduli Sampah yang lalu kita sudah sepakat membuat Gerakan Teluk Jakarta Bersih. Mudah-mudahan terus bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Penulis: AT/G39

Top

You cannot copy content of this page