Sampah Sachet Jadi Sumber Cemaran Mikroplastik di Ciliwung

Reading time: 2 menit
Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) temukan banyak sampah sachet di Sungai Ciliwung. Foto: ESN

Jakarta (Greeners) – Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) bersama dengan Ciliwung Institut kembali melakukan susur sungai ekspedisi Ciliwung, Senin (13/6). Lebih dari 1.100 pohon teridentifikasi terlilit sampah plastik. Selain itu tim juga menemukan ratusan sampah sachet yang menjadi sumber cemaran mikroplastik.

Ekspedisi ini bermula dari jembatan TB Simatupang hingga berakhir di Padepokan Ciliwung Condet Pangkalan Ki Botak Condet.

“Sepanjang penyusuran Ciliwung kami menemukan sekitar 1.100 vegetasi sisi kanan dan kiri bantaran Ciliwung terlilit sampah plastik seperti tas kresek dan sachet,” ungkap Koordinator Susur Sungai Ciliwung, Alaika Rahmatullah.

Alumni Biologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjelaskan, sampah-sampah plastik dan sachet yang melilit pohon akan menjadi sumber mikroplastik yang mencemari Sungai Ciliwung.

Dari kegiatan brand audit, tim susur Ciliwung menemukan bahwa bekas kemasan Unilever paling banyak mereka temukan.

Koordinator Kampanye Ecoton, Daru Setyorini mengungkapkan, dari 600 sachet yang mereka temukan, sampah sachet Unilever paling banyak, selanjutnya Wings dan Indofood.

Padahal, sachet merupakan sampah jenis residu yang tidak bisa didaur ulang sehingga mencemari lingkungan.

Sampah sachet menjadi salah satu sumber pencemar mikroplastik. Foto: ESN

Dorong Produsen Bertanggung jawab Terhadap Sampah Kemasannya

Ia mendorong agar pihak Unilever, Wings dan Indofood bertanggung jawab atas bekas kemasan yang mereka hasilkan.

“Perlu tanggung jawab Unilever, Wings dan Indofood untuk membersihkan sampah sachet yang mencemari Ciliwung,” tegasnya.

Ancaman bahaya plastik sachet bekas ini sangat berdampak, baik pada lingkungan maupun kesehatan. Secara umum, bahaya sampah plastik sachet terbagi menjadi dua yaitu bahaya secara fisik dan kimia.

Secara fisik, plastik sachet bekas dapat terfragmentasi menjadi serpihan plastik kecil atau mikroplastik. Saat ini mikroplastik telah banyak teridentifikasi di lingkungan, bahkan di organisme yang hidup di sungai seperti ikan dan udang.

Beberapa polimer yang telah berhasil teridentifikasi pada mikroplastik salah satunya adalah polimer EVOH yang juga digunakan pada lapisan sachet.

Sementara secara kimia, sampah plastik sachet mengandung senyawa kimia berbahaya di antaranya plasticizer. Bahan ini telah teridentifikasi oleh peneliti sebagai senyawa pengganggu hormon termasuk BPA dan Phthalates.

Tak hanya itu plastik sachet yang dibakar ternyata mengandung senyawa toksikan dioksin yang dapat mengganggu sistem pernapasan pada manusia, bahkan memicu terjadinya kanker.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page