1000 Pemuda Gelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia

Reading time: 3 menit
Seribu pemuda menggelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia. Foto: Walhi Nasional
Seribu pemuda menggelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia. Foto: Walhi Nasional

Jakarta (Greeners) – Lebih dari seribu orang muda dari berbagai macam latar belakang dari seluruh Indonesia menggelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia, Sabtu (25/11) di Gedung Balai Kartini. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda mengonsolidasikan kekuatan dalam menghadapi krisis lingkungan.

Rangkaian konferensi merupakan lanjutan dari Konsolidasi Orang Muda Pulihkan Indonesia yang terselenggara pada 28-29 Oktober di Caringin, Bogor, Jawa Barat. Konsolidasi tersebut menghasilkan Piagam Orang Muda Pulihkan Indonesia.

Piagam Orang Muda Pulihkan Indonesia adalah kristalisasi dari komitmen orang muda untuk membalikkan gap antara kebijakan pemerintah. Sebab, hal itu jauh dari akar persoalan dengan mimpi orang muda tentang masa depan Indonesia. Terutama dalam memberikan jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Walhi Ajak Pilih Pemimpin Peduli Lingkungan di Pemilu 2024

Pada konferensi ini, butir-butir kesepakatan yang tertuang dalam Piagam Orang Muda Pulihkan Indonesia pun dibacakan. Piagam tersebut dapat menjadi pegangan orang muda dalam mengawal perjalanan demokrasi dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.

Tiga calon presiden pun turut diundang untuk mendengarkan secara langsung gagasan orang muda mengenai masa depan Indonesia. Kemudian, menuntut pemerintahan yang terpilih pada PEMILU 2024, menjadikan Piagam Orang Muda Pulihkan Indonesia sebagai dasar utama dalam pembentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Khususnya dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025, demi mencapai visi Indonesia Pulih 2045.

“Undangan kepada seluruh calon presiden kami kirim dua minggu sebelum konferensi. Namun, calon presiden yang berkesempatan hadir hanya Anies Baswedan. Prabowo mengirimkan perwakilan Tim Pemenangan, sementara Ganjar Pranowo mengirim surat permohonan maaf karena memiliki agenda lain yang sudah terjadwal,” ujar Ketua Panitia Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia, Fatimah Smith dalam siaran pers.

Seribu pemuda menggelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia. Foto: Walhi Nasional

Seribu pemuda menggelar Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia. Foto: Walhi Nasional

Suara Orang Muda Sangat Penting

Anies Baswedan menyambut baik kegiatan ini. Anies menilai suara orang muda sangat penting untuk mewujudkan Indonesia kepada jalurnya, yaitu menghadirkan keadilan sosial.

“Semua orang yang hadir di sini sesungguhnya tidak bertanggung jawab untuk mengurusi eksosistem, ekologi, dan lingkungan. Sebab, itu adalah tanggungjawab pemerintah, tapi anda semua memilih untuk mengambil tanggung jawab moral,” ungkap Anies.

BACA JUGA: Walhi : Jangan Gunakan Solusi Palsu untuk Hentikan Krisis Iklim

Terdapat delapan orang dari berbagai latar belakang yang mewakili pembacaan Piagam Orang Muda Pulihkan Indonesia. Mereka adalah Ahmad sebagai orang muda pesisir, Aji Ahmad Afandi sebagai orang muda perdesaan, Ima Rivai sebagai orang muda disabilitas fisik, Destara sebagai orang muda disabilitas mental, Alia mewakili Padepokan Ciliwung, Fernando Simanjuntak sebagai orang muda adat, dan Aceng orang muda urban.

Orang Muda Berkumpul Membawa Keresahan Lingkungan

Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Zenzi Suhadi menyampaikan, seluruh orang muda yang berkumpul datang dengan membawa berbagai macam persoalan dari daerahnya. Mereka memiliki keresahan yang sama, yakni masa depan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam di Indonesia.

“Ketika ada orang muda bicara lantang menolak regulasi, menolak kebijakan, janganlah dipenjara. Karena jika kita ingin mewujudkan keadilan di suatu negara, sumber paling sahih, referensi paling valid dari kata keadilan itu dari orang muda. Merekalah yang merasakan ketidakadilan. Dari sanalah kita meresapi penindasan, dari sanalah kita merasa seperti apa mewujudkan keadilan,” ujar Zenzi.

Gelar Lokakarya sebagai Wadah Ekspresi

Tak sekadar itu, dalam konferensi ini juga ada lokakarya pararel yang menunjukkan hasil kekayaan alam Indonesia. Di antaranya lokakarya penyeduhan kopi dan lokakarya pembuatan obat-obat alami dari rempah.

Dua lokakarya tersebut untuk mengekpresikan keresahan orang-orang muda terhadap keadaan sekarang, yaitu lokakarya zine dan lokakarya seni cukil. Selain itu, berbagai penampilan kesenian nusantara mulai dari nyanyian nusantara, pantonim dari Taman Anak Pesisir, dan Svara Djiva Nusantara juga turut memeriahkan acara.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top