Desainer Thailand Buat Meja dari Daur Ulang Thinwall

Reading time: 2 menit
Desainer Thailand membuat meja dari daur ulang thinwall. Foto: Yanko Design
Desainer Thailand membuat meja dari daur ulang thinwall. Foto: Yanko Design

Wadah plastik yang berfungsi sebagai pembungkus makanan, seperti thinwall, sering kali berakhir menjadi sampah. Namun, di tangan desainer asal Bangkok, Thailand, limbah tersebut bisa menjadi meja yang unik.

Inovasi ini merupakan hasil pengembangan studio desain Thailand TAKEHOMEDESIGN melalui koleksi furnitur bernama RE-UP. Studio yang didirikan oleh Paphop Wongpanich itu telah lebih dari satu dekade memproduksi furnitur yang memadukan keterampilan perajin Thailand dengan pendekatan desain berwawasan global.

Melansir Yanko Design, salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah meja samping RE-UP. Bagian dasar meja ini seluruhnya terbuat dari limbah plastik hasil cetakan yang berasal dari dua jenis material, yakni polikarbonat dari limbah industri dan polipropilena pascakonsumsi. Keduanya dikumpulkan dari kemasan makanan serta wadah pengiriman.

Thailand menghasilkan lebih dari 2 juta ton limbah plastik setiap tahun. Sebagian besarnya berasal dari kemasan plastik sekali pakai yang langsung dibuang setelah digunakan.

Melalui inovasi ini, limbah wadah plastik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan. Namun, diolah menjadi produk bernilai tambah. Hasil akhirnya pun memiliki karakter yang unik. Alas berbahan polikarbonat menampilkan tampilan menyerupai kaca buram dengan kesan ramping dan modern. Sementara, versi polipropilena memperlihatkan tekstur yang tampak seperti sobekan di bawah permukaannya.

Pada beberapa desain, bagian dasar meja juga dilengkapi pencahayaan internal yang lembut. Cahaya tersebut membuat tekstur plastik semakin menonjol sehingga tampil lebih menyerupai karya seni daripada sekadar furnitur.

Permukaan Meja Kontras

Sementara itu, permukaan meja juga begitu kontras. Pilihannya meliputi kayu karet yang diolah menggunakan teknik pertukangan tradisional Thailand, karton susu UHT daur ulang, kaca tempered bening, hingga marmer.

Kayu karet yang digunakan merupakan produk sampingan dari industri karet Thailand sehingga turut memperkuat konsep keberlanjutan yang diusung koleksi ini. Untuk menghadirkan nuansa yang lebih hangat, TAKEHOMEDESIGN juga memanfaatkan ampas kopi sebagai pewarna alami pada alas meja. Alhasil bisa memberikan sentuhan warna moka.

Berkat perpaduan material daur ulang dan desain yang inovatif, koleksi RE-UP berhasil meraih BIG SEE Product Design Award 2026 pada kategori “Furniture for Living Spaces“. Penghargaan desain asal Eropa tersebut menjadi pengakuan bahwa karya ini mendapat apresiasi di tingkat internasional.

Selain itu, TAKEHOMEDESIGN juga memamerkan koleksi RE-UP dalam ajang HD Expo di Las Vegas. Kehadiran mereka di pameran tersebut menunjukkan keseriusan studio dalam mengembangkan furnitur berkelanjutan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top