Jakarta (Greeners) – Pencemaran mikroplastik kini tidak hanya ditemukan di lingkungan perairan, tetapi juga pada bahan baku pakan komersial ayam broiler. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi berbasis daun kirinyuh (Chromolaena odorata) untuk membantu mengatasi dampak mikroplastik pada ternak unggas.
Melansir Berita UGM, partikel mikroplastik yang masuk ke tubuh ternak dapat memicu stres oksidatif, merusak saluran pencernaan, mengganggu penyerapan nutrisi, hingga menurunkan performa pertumbuhan. Selain berdampak pada kesehatan hewan, kondisi ini juga berpotensi membahayakan manusia melalui transfer trofik saat konsumsi produk ternak.
Sebagai solusi, mahasiswa UGM mengembangkan feed additive alami berbasis nanopartikel daun kirinyuh. Produk ini memiliki mekanisme kerja ganda, yaitu sebagai adsorben alami yang mampu mengikat mikroplastik di saluran pencernaan sekaligus sebagai sumber senyawa antioksidan alami.
Inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE). Ketua program ini adalah Fauzan Akbar Nugroho dari Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan angkatan 2024. Riset juga telah melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM di bawah bimbingan Sofi’ul Anam.
Tim peneliti terdiri atas Fauzan Akbar Nugroho dan Dhiaz Larasati dari Fakultas Peternakan. Kemudian, Dimas Jati dari Sekolah Vokasi, Muhammad Fazli dari Fakultas Biologi, serta Nabilla Saver dari Fakultas Farmasi juga ikut terlibat.
Mengikat Mikroplastik secara Efektif
Sementara itu, Fauzan mengatakan inovasi dari hasil kolaborasi lintas bidang ini untuk menghadirkan solusi inovatif, khususnya terhadap permasalahan mikroplastik. Sebab, mikroplastik kini menjadi ancaman serius bagi rantai makanan terestrial.
“Ukuran partikel berskala nano pada produk dari daun kirinyuh ini memungkinkan peningkatan luas permukaan sehingga mampu mengikat mikroplastik secara lebih efektif dan membantu proses ekskresi melalui feses,” kata Fauzan melansir Berita UGM, Selasa (9/6).
Selain itu, kata Fauzan, kandungan flavonoid dan senyawa fenolik pada daun kirinyuh memiliki peran penting. Di antaranya bisa menekan stres oksidatif serta membantu menjaga kesehatan jaringan usus ternak.
Fauzan berharap pengembangan riset ini dapat menjadi salah satu langkah inovatif dalam mendukung keamanan pangan dan produktivitas peternakan berkelanjutan. “Riset kolaborasi lintas bidang ilmu bisa mendukung SDGs dari aspek ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































