Dosen UNP Ciptakan Bulu Mata Palsu dari Pelepah Pisang

Reading time: 2 menit
Dosen UNP ciptakan bulu mata palsu dari pelepah pisang. Foto: Berita UNP
Dosen UNP ciptakan bulu mata palsu dari pelepah pisang. Foto: Berita UNP

Produk kecantikan hingga kini masih didominasi bahan sintetis. Di balik itu, inovasi produk kecantikan ramah lingkungan hadir dari tangan dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang (UNP), Vivi Efrianova. Ia menciptakan bulu mata palsu berbahan dasar serat pelepah batang pisang kepok.

Inovasi tersebut berangkat dari keresahan Vivi terhadap dampak lingkungan dan potensi bahaya penggunaan bahan sintetis. Dari situ, ia melihat peluang besar pada serat alami yang selama ini belum banyak dimanfaatkan. Pelepah pisang kepok yang kerap dianggap limbah ternyata memiliki karakteristik yang menyerupai bulu mata manusia. Mulai dari tekstur hingga kilau alaminya.

“Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat berkontribusi signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ungkap Vivi melansir Berita UNP, Kamis (18/6).

Tak hanya menyerupai bulu mata sintetis secara visual, penggunaan serat alami ini juga lebih ringan dan nyaman, bahkan dalam waktu yang lama. Penggunaan bahan alami tersebut menjadikannya pilihan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan daripada produk konvensional.

Proses pembuatannya pun tidak sederhana. Serat pelepah pisang harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pemotongan, penyerutan, pencucian, penjemuran, hingga pewarnaan. Setelah itu, serat dirangkai secara manual dengan tingkat ketelitian tinggi hingga menjadi bulu mata palsu yang siap digunakan.

Di balik inovasi tersebut, terdapat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku berkualitas. Untuk mengatasinya, Vivi menggandeng petani pisang lokal guna memastikan pasokan serat terbaik sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Menjawab Kebutuhan Konsumen

Uniknya, inovasi ini juga mampu menjawab kebutuhan konsumen Muslim. Dengan bahan alami yang halal, produk tersebut aman tanpa menimbulkan keraguan dalam aspek ibadah.

“Serat alami yang lebih ringan dan nyaman membuat pengguna dapat mengenakan bulu mata palsu ini dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa tidak nyaman,” tambah Vivi.

Saat ini, produk tersebut masih berada pada tahap pengujian untuk memastikan kualitas dan keamanannya sebelum dipasarkan secara luas. Di saat yang sama, Vivi tengah mengajukan hak paten sebagai bentuk perlindungan atas karya inovatif tersebut.

Ia juga menjalin kerja sama dengan industri, termasuk PT Nanotech Natura Indonesia, untuk mengembangkan produk melalui pemanfaatan teknologi, salah satunya nanoteknologi.

Tak sekadar menawarkan alternatif produk kecantikan yang lebih ramah lingkungan, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi baru. Pemanfaatan pelepah pisang sebagai bahan baku memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong praktik pertanian berkelanjutan.

“Dengan bekerja sama langsung dengan petani lokal, kami tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan,” kata dia.

Vivi berharap inovasi ini tidak hanya menjadi pilihan produk kecantikan yang aman dan ramah lingkungan. Lebih dari itu, ia ingin temuannya dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak inovasi berbasis bahan alami yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top