#GowesMudik2016, Empat Pesepeda Tempuh Ratusan Kilometer

Reading time: 2 menit
#gowesmudik
#GowesMudik2016. Foto: greeners.co/Edi Rachmat

Bandung (Greeners) – Pulang ke kampung halaman menjelang berakhirnya bulan Ramadhan atau umum disebut mudik, sudah menjadi tradisi di Indonesia terutama bagi umat Muslim yang merantau dengan jarak yang cukup jauh dari daerah asalnya. Sarana transportasi menjadi hal utama untuk menempuh jarak demi merangkai kembali silaturahmi. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan volume kendaraan bermotor yang cukup masif, terutama di jalur darat.

Meski demikian, ada beberapa orang yang melakukan mudik dengan menggunakan transportasi yang tidak biasa, salah satunya dengan menggunakan sepeda. Empat pesepeda asal Bandung dan Cimahi bersiap menempuh jarak ratusan kilometer pada Sabtu (02/07).

Meilana Dukut Elisdiarto, Kaimun, Yanti Sutiarni, dan Yuningsih merupakan peserta #GowesMudik2016 yang melalui jalur selatan. Kegiatan yang bertajuk “Homecoming & Family Gathering” ini diinisiasi oleh Bike To Kampoeng.

Keempat pesepeda tersebut berkumpul di halaman salah satu restoran cepat saji di kawasan Cibiru, Kota Bandung. Rombongan berangkat pada pukul 8 pagi. Keberangkatan mereka didampingi beberapa pesepeda dari berbagai komunitas pesepeda sampai lingkar Nagreg.

#GowesMudik2016. Foto: greeners.co/Edi Rachmat

#GowesMudik2016. Foto: greeners.co/Edi Rachmat

Salah satu pesepeda, Meilana Dukut Elisdiarto, menyatakan, mudik bersepeda lebih berkesan daripada menggunakan kendaraan bermotor karena memiliki beberapa keuntungan.

“Pengin menularkan kepada masyarakat umum kalau mudik pakai sepeda itu ternyata sangat menyenangkan dan kita bisa sesuka hati beristirahat di manapun,” ujar pria yang kerap disapa Mas Dukut ini.

Pria yang bekerja sebagai Instalatir ini tengah berada di kawasan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah saat dihubungi Greeners melalui aplikasi Whatsapp (03/07). Mas Dukut melakukan perjalanan mudik menuju Solo dengan jarak tempuh sekitar 400 kilometer dengan target 4 hari.

“Biar bisa menikmati alam selama perjalanan dan mendapatkan banyak momen-momen untuk pemotretan,” tambahnya.

Selain itu, dalam rombongan mudik dengan bersepeda ini terdapat pula pasangan suami istri. Kaimun dan Yanti Sutiarni, pasangan suami-istri ini, meniti jarak dari Cimahi hingga Gombong dengan menggunakan sepeda MTB dan Touring.

“Yang pasti harus sering bersepeda sehari (rata-rata) 50 kilometer. Mental dan semangat pun harus kuat, dan tentunya perbekalan secara materi dan finansial,” ujar Yanti yang mengaku baru pertama kali melakukan perjalanan mudik dengan bersepeda.

Yanti mengatakan bahwa dirinya termotivasi oleh suaminya yang pada tahun lalu pernah mengikuti kegiatan #GowesMudik yang diadakan Bike To Kampoeng ini. Dengan didampingi suaminya, perjalanan sejauh lebih kurang 350 kilometer dapat ia lalui selama 4 hari. Yanti menambahkan, keikutsertaan dirinya pada #GowesMudik2016 bukan untuk mencari sensasi.

“Ingin mencoba suasana baru dan melakukan silaturahmi dengan sanak keluarga di Gombong,” katanya.

Kegiatan #GowesMudik2016 dilakukan oleh sekitar 30 pesepeda dari berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Cimahi dengan melalui dua jalur utama, yakni Pantura dan Jalur Selatan. Sebelumnya, pada Jumat sore (01/07) sebagian peserta berangkat mudik dari Sekretariat Bike To Work, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Upaya ini menjadi salah satu cara unik untuk mengurangi dampak polusi saat tradisi mudik berlangsung, selain menggunakan transportasi umum.

Penulis: ANP/G32

Top
You cannot copy content of this page