Moselo Sustainability Campaign, Peduli Bumi dengan Mengenal Produk Ramah Lingkungan

Reading time: 3 menit
Mosello App
Aplikasi Mosello untuk android bisa didapatkan via app store. Foto : istimewa

Saat ini, banyak merek sudah mulai melebarkan sayapnya untuk masuk dalam bisnis ramah lingkungan. Ini karena makin tampaknya dampak krisis iklim dan pemanasan global. Selain itu, konsumen juga mulai sadar betapa pentingnya memakai produk ‘hijau’ karena khawatir akan masa depan bumi yang kian kritis karena ketamakan manusia. Moselo, sebuah market place yang memberikan wadah pada perajin-perajin lokal kreatif; mendukung pemeliharaan planet kita dengan mengadakan Moselo Sustainability Campaign.

Moselo Sustainability Campaign adalah kampanye untuk menyorot isu lingkungan. Kampanye yang membawa topik “Kembali ke Bumi” ini melakukan kurasi pada lebih dari 30 kreator lokal pegiat bisnis berkelanjutan, yang membuat karya alias produknya dengan nilai-nilai kelestarian lingkungan. Gerakan ini berawal dari tim Moselo yang cukup mengikuti berbagai isu lingkungan; terkhusus produk yang eco friendly dan berkelanjutan. “Ditambah ternyata komunitas merchantnya kita – kita sebut merchant-merchantnya kita itu Moselo Expert – komunitas expertnya kita ternyata juga aware banget dengan isu-isu seperti ini. Ya sudah bagimana kalau kita coba lah bikin satu campaign yang bisa highlight isu ini,” kata Erwin Andreas, Chief Executive Officer dari Moselo pada Greeners.co (09/04/2021).

Ajang untuk Menyorot Produk Lokal yang Ramah Lingkungan

Menurut Erwin, isu lingkungan yang naik-turun perlu sorotan. Moselo Sustainability Campaign menjadi ajang untuk mengangkat produk lokal sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat. “Kita inginnya sebanyak mungkin orang terutama di Indonesia itu kan aware dengan isu kaya gini ya. Cuma kita tidak bisa tahu-tahu langsung ubah 100% rakyat Indonesia kayak gitu,” ujar Erwin. Dengan memulai campaign ini, Erwin berharap, dengan banyak orang yang makin kenal soal produk yang sustainable, kepedulian masyarakat akan lingkungan lebih meningkat.

Kampanye ini berlangsung mulai dari 8 sampai 18 April 2021. Sarana yang Moselo sediakan bagi para pebisnis ramah lingkungan ini juga sebagai bentuk perayaan hari bumi pada 22 April mendatang.

Selama campaign ini berlangsung, Moselo akan memberikan panggung pada para pebisnis dengan 1 tema produk, yaitu eco-conscious atau kesadaran akan lingkungan. “Kita kumpulkan semua produk-produk dari Moselo Expert yang memang eco friendly, yang memang sustain memenuhi beberapa syarat kita. Lalu, kita coba masukkan ke produk Eco Conscious ini supaya bisa lebih mudah kita highlight. Jadi orang juga lebih aware, ‘oh oke ini produk-produk Eco Friendly’,” tutur Erwin.

Kerja sama dengan Komunitas dan Pengusaha Sustainable Business

Mereka juga bekerja sama dengan “demibumi”; dengan mengadakan pop up store di aplikasi Moselo, untuk menambah sorotan pada produk-produk yang reusable kepada pengguna Moselo. Aksi ini juga melibatkan beberapa rekan kolaborasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Bali Swap, British Council, GoodVibes, Kota Tanpa Sampah, Saya Pilih Bumi, Naked Inc. Jakarta, Rekosistem, dan Setali Indonesia. “Itu lebih ke sisi komunitas atau brand yang sudah Eco friendly. Di sisi bisnisnya kita ada kerja sama dengan JED creative dan rekosistem, dalam hal edukasi soal opsi packaging yang ramah lingkungan dan soal edukasi konsumen dalam sisi waste management korporasi; gimana nih supaya bisa waste management lebih baik,” kata Erwin.

Workshop dari Moselo Sustainability Campaign untuk Edukasi Masyarakat

Selain itu, Moselo juga memberikan edukasi lewat beberapa workshop yang mereka laksanakan; misalnya seperti membuat upcycle masker dengan menjahitnya sendiri. “Ditambah juga kita di bulan April ini akan set beberapa live Instagram. Tujuannya memang untuk memberikan edukasi yang berkolaborasi dengan beberapa partner, supaya kita juga sama-sama belajar soal isu itu,” pungkas Erwin.

Produk-produk dalam Moselo Sustainability Campaign

Beberapa produk ramah lingkungan yang dijual di Moselo adalah foodwrap dari beeswax, cassava toilet seat, silicone cup, kain kapas yang bisa dipakai berulang kali, deodoran alami, barang-barang upcycle seperti topi, tas, pakaian, aksesoris, dan masih banyak lagi. Untuk bisa menjual produknya, merek-merek ini akan melewati tahap kurasi. “Pertama produknya harus memiliki value reduce, reuse, recycle, replace. Kedua produknya itu diolah dari limbah yang sudah diproses atau produk recycle. Ketiga produknya zero waste. Keempat itu produknya ethically source and process, jadi diproses dengan berkelanjutan. Terakhir, at least produknya menggunakan packaging yang less plastik atau minim sampah,” jelas Erwin. Apabila produk dapat memenuhi salah satu dari syarat-syarat tersebut, maka mereka sudah bisa masuk ke Moselo Sustainability Campaign.

Erwin menyatakan, untuk mendorong banyak orang lebih menerapkan sustainable living, kita harus mulai dari diri sendiri dan konsisten melakukannya; sehingga orang lain yang melihat akan mengikuti. “Jadi mindset kan terbentuk kalau ada kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan. Kalau moselonya sendiri ya kita berusaha sebisa mungkin konsisten dalam mengkomunikasikan soal campaign ini. Jadi kita tidak mau berakhir hanya di bulan ini saja tetapi kita ingin tanpa perlu di-highlight pun komunikasinya masih tetap jalan,” tambah Erwin.

Penulis: Agnes Marpaung.

Sumber:

Website Moselo 

Baca juga: Qyos, Stasiun Isi Ulang Produk Rumah Tangga di Kawasan Pemukiman Kota

Top
You cannot copy content of this page