The Body Shop dan Utusan Pemuda PBB Gaungkan Suara Kaum Muda

Reading time: 2 menit
The Body Shop dan Utusan PBB melakukan kampanye global untuk mendorong peran kaum muda. Foto: The Body Shop

Jakarta (Greeners) – Dampak krisis iklim, konflik global dan ketidaksetaraan generasi semakin tajam. Di sini pentingnya peran dan suara kaum muda untuk menjawab tantangan masa depan. Untuk mendorong suara dan partisipasi kaum muda, The Body Shop dan Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB berkolaborasi dalam kampanye global ‘Be Seen Be Heard’.

Harapannya, suara kaum muda lebih teramplifikasi di sektor publik. Kampanye ini juga bertujuan untuk menciptakan perubahan struktural jangka panjang dalam pengambilan keputusan agar lebih inklusif terhadap kaum muda.

“Posisi kami jelas. Masalah-masalah yang ada di dunia tidak bisa diselesaikan oleh orang yang sama dan kerap membuat keputusan yang sama pula. Riset kami menunjukkan bahwa mayoritas kaum muda positif terhadap masa depan. Kita perlu untuk mendengarkan pendapat serta ide-ide mereka dalam kancah politik,” kata CEO The Body Shop David Boynton dalam keterangannya Minggu (15/5).

Ia menegaskan bisnis-bisnis global mempunyai tanggung jawab terhadap komunitas di mana mereka beroperasi.

Utusan Sekretaris Jenderal PBB untuk Pemuda Jayathma Wickramanayake mengatakan, kesenjangan kekuasaan, pengaruh dan kepercayaan antar generasi menjadi salah satu tantangan terbesar saat ini.

“Partisipasi adalah hak. Kurangnya keterwakilan kaum muda di lembaga pengambil keputusan menyebabkan rasa ketidakpercayaan yang semakin dalam pada institusi-institusi politik. Selain rasa keterasingan dari wakil rakyat yang terpilih,” ungkap Jayathma.

The Body Shop dan Utusan Sekretaris Jenderal PBB Pemuda mendorong adanya perubahan yang transformasional.

Kampanye ini akan melibatkan kemitraan dengan organisasi-organisasi non pemerintah di bawah kepemimpinan kaum muda serta melalui petisi-petisi maupun kegiatan lainnya. Kampanye ini mereka luncurkan secara global pada Mei 2022. Selanjutnya terus berjalan hingga pertengahan tahun 2025.

Survei The Body Shop, libatkan anak muda

Kondisi saat ini, hampir setengah dari populasi dunia berusia di bawah 30 tahun. Namun hanya 2,6 % saja dari mereka yang duduk di parlemen di seluruh dunia. Usia rata-rata pemimpin dunia sekarang adalah 62 tahun.

Padahal, kaum muda mempunyai hak untuk terlibat dalam keputusan-keputusan politik yang mempunyai pengaruh kepada mereka. Namun, banyak sekali rintangan yang menghalangi untuk berpartisipasi.

Dalam laporan ‘Be Seen Be Heard: Memahami Partisipasi Politik Anak Muda’ terungkap banyak fakta menarik tentang kaum muda. Laporan ini memaparkan hasil survei terbesar yang The Body Shop lakukan pada Desember 2021.

Cakupan survei di 26 negara dengan 27.043 total responden, di mana lebih dari setengahnya berusia di bawah 30 tahun.

Riset ini menemukan bahwa 82 % responden setuju bahwa sistem politik membutuhkan reformasi yang drastis agar sesuai untuk kebutuhan masa depan.

Sebanyak 84 % orang juga mengatakan bahwa para politisi hanya mementingkan diri sendiri dan 75 % dari responden juga beranggapan bahwa para politisi ini melakukan korupsi.

Tiga perempat orang di bawah usia 30 tahun merasa bahwa politisi dan para pemimpin bisnis telah melakukan kekacauan bagi manusia dan planet ini.

Mayoritas dua dari tiga orang juga setuju bahwa keseimbangan usia di dunia politik adalah salah. Adapun 8 dari 10 orang dari seluruh kelompok usia percaya bahwa usia ideal untuk memilih dalam pemilu (usia pertama kali boleh memilih) adalah 16 – 18 tahun.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page