Penanaman 100.000 Mangrove Thousands Car March Mulai Dilaksanakan

Reading time: 2 menit
Bibit mangrove tengah dipersiapkan oleh warga untuk ditanam di Kepulauan Seribu. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Progam pananaman mangrove dan adopsi koral yang dilakukan oleh puluhan komunitas mobil klasik bertajuk Thousands Car March pada ajang Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2015 telah berhasil menanam 31.500 bibit mangrove di Kepulauan Seribu. Penanaman ini merupakan penanaman tahap pertama dan masih akan terus berlanjut hingga berjumlah 100.000 bibit mangrove serta 800 koral pada Februari 2016 mendatang.

Tokoh masyarakat di Kepulauan Seribu yang juga Penanggung Jawab kegiatan penanam mangrove dan adopsi koral, Mahmudin, menerangkan, mangrove yang akan ditanam dalam program ini adalah mangrove jenis Rhizophora stylosa, Avicennia dan Rhizophora mucronata. Ketiga jenis ini, katanya, paling cocok ditanam di perairan Kepulauan Seribu.

“Kemarin kita sudah tanam 31.500 bibit. Sekarang sedang dipersiapkan untuk yang tujuh 70.000-nya. Rencana saya juga akan menambahkan 5.000 bibit untuk cadangan kalau ada yang rusak,” ujar pria yang akrab disapa May ini kepada Greeners, Jakarta, Minggu (01/11) lalu.

Komunitas mobil klasik Thousands Car March menyumbang 100.000 bibit mangrove dan 800 koral untuk ditanam di perairan Kepulauan Seribu. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Komunitas mobil klasik Thousands Car March menyumbang 100.000 bibit mangrove dan 800 koral untuk ditanam di perairan Kepulauan Seribu. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lebih lanjut May menjelaskan, saat ini ia tengah melakukan persemaian bibit, mengisi polibag, menancap propagul mangrove atau bibit, menyiapkan bedeng, dan melakukan pemeliharaan selama satu sampai dua bulan.

“Masyarakat juga tengah menyiapkan bedeng-bedeng untuk menempatkan bibit-bibit mangrove dengan jumlah polibag di setiap bedengnya itu 500 polibag,” imbuhnya.

Selain mangrove, akan diadopsi sebanyak 800 koral atau terumbu karang. Penanaman koral ini, lanjut May, akan dibagi menjadi 50 rak yang berisi 16 koral di setiap raknya. Jenis koral yang diadopsi untuk program ini berupa koral Acropora, Montipora, Stylophora, Seriatopora, Pocillopora, Porites, Turbinaria, Pavona, Digitata, dan beberapa jenis lainnya.

Mirna Gozal, Public Relation Manager Dyandra Promosindo, mengungkapkan bahwa melalui penanamn penanaman pohon mangrove dan rehabilitasi terumbu karang di kawasan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu ini diharapkan mampu menyerap karbon dioksida serta dapat menekan laju perubahan iklim yang sedang terjadi.

“Melalui program aksi pelestarian lingkungan ini, kami juga berkomitmen untuk terus melakukan kontribusi yang berkesinambungan melalui aksi nyata di pesisir Jakarta,” pungkasnya.

Tokoh masyarakat di Kepulauan Seribu yang juga Penanggung Jawab kegiatan penanam mangrove dan adopsi koral, Mahmudin atau akrab disapa May (mengenakan kaus hijau) memegang bibit koral yang akan ditanam dilaut. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Tokoh masyarakat di Kepulauan Seribu yang juga Penanggung Jawab kegiatan penanam mangrove dan adopsi koral, Mahmudin atau akrab disapa May (mengenakan kaus hijau) memegang bibit koral yang akan ditanam dilaut. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar telah menandatangani prasasti peresmian Aksi Pelestarian Lingkungan Hidup Komunitas Thousand Car March yang merupakan bagian dari acara IIMS 2015 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, pada tanggal 30 Agustus 2015 lalu.

Kepada wartawan Siti menyatakan bahwa dirinya secara khusus meyakini kalau kekuatan dari aktifitas komunitas untuk membangun nilai cinta pada lingkungan menjadi satu kelebihan yang harus mendapat apresiasi dari negara.

Menurut Siti, kegiatan Thousand Car March pada perhelatan IIMS 2015 ini sangat membantu negara, khususnya KLHK, dalam melaksanakan upaya-upaya dalam rangka menyiapkan kondisi lingkungan hidup yang baik. “Apalagi ini merupakan perintah konstitusi kepada negara bahwa harus menyiapkan lingkungan yang baik bagi rakyat,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page