Perusahaan di Indonesia Perlu Ikut Andil Atasi Perubahan Iklim

Reading time: 2 menit
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: Freepik
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: Freepik

Jakarta (Greeners) – Indonesia berkomitmen mengatasi perubahan iklim dengan sejumlah upaya. Grant Thornton kantor akuntan publik mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia juga perlu ikut andil untuk mengatasinya.

Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim COP28 yang berlangsung di Dubai pada 30 November–12 Desember 2023 lalu pun telah menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya menyerukan peralihan dari transisi bahan bakar fosil, serta meningkatkan kapasitas energi terbarukan global sebanyak tiga kali lipat.

Indonesia juga terus menunjukkan komitmennya untuk menurunkan emisi karbon, antara lain melalui perbaikan pengelolaan Forest and Other Land Use (FOLU). Bahkan, akan mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan. Penyampaian pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam konferensi tersebut.

BACA JUGA: Eco Wave Power Ciptakan Energi Listrik dari Gelombang Laut

Grant Thornton menjelaskan, perlu langkah konkrit dari perusahaan seperti memulai investasi dalam teknologi hijau dan energi terbarukan. Hal itu dapat menjadi langkah penting dalam persiapan perusahaan menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, mereka juga menilai perlu pelatihan dan pendidikan bagi karyawan untuk menghadapi perubahan iklim serta dampak yang timbul. Sehingga, dapat tercipta budaya perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

CEO Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani mengatakan, perubahan iklim telah menjadi isu sentral dalam agenda global. Fenomena ini memunculkan tantangan baru bagi perusahaan di seluruh dunia.

“Sebagai respons terhadap cuaca ekstrem, peningkatan suhu global, dan perubahan pola cuaca, perusahaan perlu melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi perubahan iklim dan membangun ketangguhan bisnis,” ujar Johanna lewat keterangan tertulisnya.

Pentingnya Pelaporan Keberlanjutan

Sementara itu, pelaporan keberlanjutan dan transparansi perusahaan juga tidak kalah penting. Pelaporan keberlanjutan yang jelas dan transparan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dari regulator, masyarakat, organisasi lingkungan, media massa, hingga investor.

BACA JUGA: Capai Target NZE 2060, Kurangi Emisi dari Sektor Energi

“Menghadapi perubahan iklim bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah proaktif untuk membangun ketangguhan bisnis mereka,” imbuh Johanna.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan juga perlu memanfaatkan peluang yang muncul, terutama dalam pembuatan laporan keberlanjutan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top