Program ‘Recycle Me’ Bantu Kelola Sampah Lewat Daur Ulang

Reading time: 2 menit
Program Recycle Me bertujuan untuk membantu masyarakat semakin memahami pentingnya proses daur ulang. Foto: Freepik
Program Recycle Me bertujuan untuk membantu masyarakat semakin memahami pentingnya proses daur ulang. Foto: Freepik

Jakarta (Greeners) – Perusahaan minuman Coca Cola bersama Grab meluncurkan program daur ulang ‘Recycle Me’. Upaya ini dilakukan untuk mendaur ulang kemasan botol plastik PET bekas pakai oleh konsumen.

Kedua perusahaan tersebut bersama Yayasan Mahija Parahita Nusantara dan Waste4Change merancang program ini untuk memberikan insentif. Khususnya, kepada para konsumen yang bermukim di daerah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi untuk mendorong partisipasi masyarakat akan daur ulang kemasan botol plastik bekas pakai.

Kolaborasi tersebut kini memasuki tahun ketiga. Dalam kurun waktu tersebut, program pengurangan sampah terus berkembang dari segi ukuran dan keterlibatan mitra. Itu bertujuan untuk membantu masyarakat semakin memahami pentingnya proses daur ulang.

BACA JUGA: Re.juve Berkomitmen Kurangi Sampah Plastik

“Kami sedang dalam misi mengumpulkan sebanyak mungkin botol bekas pakai untuk diubah menjadi botol baru,” jelas Director of Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo.

Seiring dengan misi perusahaan, lanjut Triyono, ini menjadi sesuatu yang menggembirakan untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan jasa transportasi online. Sebab, hal ini dapat mendukung meningkatan program pengumpulan dan daur ulang. Kemudian, bisa berinteraksi lebih dekat dengan konsumen untuk memberikan kehidupan baru bagi botol plastik PET.

“Hal ini pun sejalan dengan visi global ‘World Without Waste’. Kami berkomitmen untuk mendukung ekonomi sirkular loop tertutup dalam pengelolaan kemasan di Indonesia,” imbuh Triyono.

Berikan Kehidupan Baru untuk Botol Bekas

Konsumen berkesempatan mendapatkan hadiah dari daur ulang botol melalui program ‘Recycle Me’. Aksi tersebut juga berperan penting dalam memberikan kehidupan baru bagi botol-botol tersebut.  Pabrik Amandina Bumi Nusantara akan mendaur ulang botol bekas yang terkumpul menjadi botol plastik yang baru.

Pada bulan Juni lalu, perusahaan minuman ini juga meluncurkan botol 100% recycled PET (rPET), tidak termasuk tutup dan label. Hal itu untuk menawarkan pilihan kemasan yang berkelanjutan dan praktis bagi masyarakat Indonesia. Plastik PET merupakan bahan yang dapat diolah kembali dan berperan penting dalam menciptakan ekonomi berkelanjutan.

Program Recycle Me bertujuan untuk membantu masyarakat semakin memahami pentingnya proses daur ulang. Foto: Coca Cola

Program Recycle Me bertujuan untuk membantu masyarakat semakin memahami pentingnya proses daur ulang. Foto: Coca Cola

Program ‘Recycle Me’ Berlangsung selama 3 Bulan

Program ‘Recycle Me’ akan berlangsung selama 3 bulan, mulai 6 Oktober hingga 31 Desember 2023. Konsumen yang ingin berpartisipasi dapat mengumpulkan dan mengirimkan 8 botol plastik PET bekas pakai dari semua produk minuman perusahaan minuman tersebut.

Semua botol plastik bekas pakai yang terkumpul akan dikirimkan melalui layanan kirim jasa transportasi online ke-8 collection center Mahija Parahita Nusantara. Layanan tersebut tersedia di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

BACA JUGA: Colgate Wacanakan Kemasan Daur Ulang pada Tahun 2023

“Yayasan Mahija Parahita Nusantara merasa bangga untuk kembali terlibat dalam program yang menginspirasi ini. Upaya ini bukan hanya mengumpulkan kemasan botol plastik bekas pakai langsung dari konsumen kepada mitra pengumpulan kami. Kami juga mendukung upaya penerapan ekonomi sirkular loop tertutup,” ujar Wakil Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Suharji Gasali.

Sebanyak 20.000 konsumen pertama yang berpartisipasi dalam program ini akan berkesempatan untuk menerima potongan harga ongkos kirim hingga Rp30 ribu. Selain itu, para konsumen juga berpotensi memperoleh poin reward yang dapat ditukarkan dengan pulsa, token listrik, dan e-wallet senilai maksimal Rp15 ribu.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top