Get The Fest Ber-BBM Sampah Plastik Indonesia Mulai Bergerak ke Bali

Reading time: 3 menit
Persiapan tur dan konser musik Get The Fest ke Bali. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Jakarta (Greeners) – Indonesia masih menghadapi masalah sampah, salah satunya sampah plastik. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap, terdapat 67,8 juta ton sampah di Indonesia tahun 2021. Dari jumlah itu hampir 12 persennya adalah sampah plastik.

Melihat kenyataan itu, kegiatan Get The Fest berbahan bakar sampah plastik resmi memulai tur dan perjalanan konsernya dari Balai Kota Bogor, Minggu (10/10). Acara ini bertujuan tak sekadar mengurangi sampah plastik. Tetapi juga menyuarakan aksi lingkungan lebih masif melalui musik dan sebagai solusi menjawab permasalahan bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati menilai, pengolahan sampah menjadi bahan bakar ini dapat berkontribusi mengurangi sampah plastik di Indonesia. Hal ini sebagaimana dalam mewujudkan target pengelolaan sampah 100 persen tahun 2025.

“Ini sangat membantu pengurangan sampah dengan menghasilkan sesuatu yang berguna. Sirkular ekonomi di sini berjalan dengan baik,” katanya di sela-sela acara pembukaan Festival Musik Get The Fest berbahan bakar sampah plastik.

Lebih jauh, Vivien menyebut saat ini ada dua jenis sampah plastik yang menjadi permasalahan sampah plastik di Indonesia, yaitu plastik yang bisa didaur ulang dan tak bisa didaur ulang.

Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar dapat menjadi solusi untuk sampah plastik yang selama ini tak bisa didaur ulang. Ia menyebut, perlu perhitungan lagi untuk dapat mengetahui pengurangan sampah plastik di Indonesia melalui teknologi ini.

Walikota Bogor Bima Arya mengisi perdana BBM berbahan sampah plastik. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Permasalahan Sampah Plastik dan Krisis BBM

Sementara itu, Founder Get Plastic Foundation Dimas Bagus Wijanarko menyatakan, masalah sampah plastik Indonesia belum berakhir. Sekadar menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Melalui kegiatan Tour dan Festival Musik Get The Fest, harapannya menjadi solusi permasalahan sampah dan krisis BBM.

“Jadi permasalahan sampah selesai, kita punya bahan bakar energi yang bisa menopang kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Selama ini, sambungnya aksi-aksi kampanye pengolahan plastik yang Get Plastic Foundation lakukan belum masyarakat luas perhatikan.

“Mungkin dengan tur ini lebih bisa membangun edukasi dan kesadaran masyarakat bahwa plastik yang terbuang sembarangan itu mempunyai nilai energi,” ungkapnya.

Selain itu, upaya ini sekaligus mendorong pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk menyelesaikan permasalahan plastik di Indonesia.

Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien dan Walikota Bogor Bima Arya (tengah) menunjukkan BBM dari sampah plastik. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Apresiasi Karya Anak Bangsa

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang juga hadir dalam acara itu mengapresiasi karya anak bangsa yang mampu mengubah plastik menjadi bahan bakar. Ia juga mengajak agar seluruh lapisan masyarakat memanfaatkannya dengan baik.

Ia mengaku bangga Bogor menjadi tuan rumah mengawali inisiasi tersebut. “Ini merupakan hasil karya anak bangsa yang harus kita apresiasi dan dukung,” kata dia.

Rombongan Tour Get The Fest yang menggunakan energi dari BBM sampah plastik ini akan mulai menempuh perjalanan ke Bali sejauh 1.200 kilometer. Rombongan ini memakai transportasi Isuzu Chevrolet Luv dan Bus Mini ukuran ¾ yang ber-BBM sampah plastik. Sementara untuk total kebutuhan solar tur ini sekitar 500 liter untuk dua kendaraan.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page