Replantasi Pulihkan Kerusakan Terumbu Karang di Raja Ampat

Reading time: 2 menit
Replantasi terumbu karang di Raja Ampat menjadi salah satu cara pemulihan kerusakan terumbu karang dan ekosistemnya. Foto: Sol

Papua (Greeners) – Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di pusat segitiga karang dunia (coral triangle). Kawasan ini juga merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia.

Keindahan bawah laut di Raja Ampat menjadikan kawasan ini sebagai salah satu kawasan wisata andalan Indonesia bagi dunia. Kerusakan terumbu karang harus cepat disudahi dengan replantasi. Namun di balik itu, kerusakan terumbu karang terus mengancam sehingga perlu antisipasi agar kerusakan tidak meluas.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama ICCTF, PKSPL IPB, Pemprov Papua Barat dan Pemkab Raja Ampat melakukan studi di tiga lokasi. Kawasan itu yakni Suaka Alam dan Perairan (SAP) Kepulauan Raja Ampat, Taman Wisata Perairan (TWP) Selat Dampier dan SAP Kepulauan Waigeo.

Data pengamatan di seluruh lokasi studi perairan Raja Ampat, menunjukan hasil total jenis terumbu karang terbanyak berada di perairan SAP Kepulauan Raja Ampat yaitu sebanyak 25 genus karang dan jenis ikan terumbu sebanyak 114 jenis.

Jenis terumbu karang untuk perairan TWP Selat Dampier tercatat sebanyak 20 genus karang, dengan jenis ikan terumbu karang yang dijumpai sebanyak 95 jenis. Sedangkan untuk perairan SAP Kepulauan Waigeo sebelah Barat memiliki jumlah genus yang terendah yaitu sebanyak 18 genus karang dan 94 jenis ikan terumbu.

Direktur Program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Ferry Kurniawan menyebut, beberapa aktivitas manusia berpotensi menjadi penyebab kerusakan terumbu karang. Aktivitas tersebut yakni penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau dengan kompresor sampai dengan penggunaan jangkar di area terumbu karang.

“Terumbu karang Raja Ampat juga banyak mengalami kerusakan akibat penangkapan udang karang (lobster). Penangkapannya dengan mencongkel karang sehingga mengakibatkan kerusakan parah,” kata Ferry.

Sedangkan ancaman terhadap ekosistem terumbu karang karena kondisi alam adalah adanya pemutihan karang akibat dari meningkatnya suhu perairan.

Raja Ampat Pusat Terumbu Karang Dunia

Pulau Yensawai sebagai bagian Kabupaten Raja Ampat memiliki posisi penting dan strategis sebagai pusat terumbu karang dunia (coral center) dari segitiga karang dunia (coral triangle center).

Keberadaan ekosistem laut di Yensawai tidak sekedar menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan dunia, namun juga perlu menjadi modal bagi tercapainya kesejahteran masyarakat. Jika sumber daya rusak maka dampaknya akan terasakan langsung oleh masyarakat Yensawai.

Kepala Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonvitner mengatakan, jika tidak ada intervensi atau perbaikan, maka dalam 10 tahun ke depan terumbu karang di Raja Ampat akan rusak parah dan bahkan hilang.

“Untuk itu, Bappenas bersama ICCTF, kemudian PKSPL IPB, Pemda Raja Ampat dan Pemprov Papua Barat melakukan kegiatan replantasi terumbu karang. Banyak kegiatan replantasi yang sudah pihak lain lakukan, tetapi kurang berhasil,” kata Yonvitner.

Yonvitner menjelaskan, replantasi yang diaplikasikan di kepulauan Raja Ampat menggunakan metode baru berupa rak PVC yang dengan berbagai inovasi.

“Metode Rak PVC berhasil dengan baik. Tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 90 %. Replantasi terumbu karang ini sangat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat,” imbuhnya.

Terkait replantasi, Ferry Kurniawan yang juga Koordinator tim kampanye lingkungan dan replantasi terumbu karang di Pulau Yensawai menjelaskan, prosesnya tim mulai sejak Februari 2021 lalu. 

Bibit-bibit terumbu karang yang tim tanam ini berada di pesisir pantai Kampung Yensawai di Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat dengan media paralon. Wilayah ini juga menjadi wilayah percontohan untuk konservasi terumbu karang di Raja Ampat.

“Jadi pertumbuhan semua terumbu karang itu hanya 5 centimeter dalam setahun. Bayangkan kalau yang rusak tingginya 20 centimeter, butuh berapa tahun terumbu karang itu tumbuh? Ini mengapa betapa pentingnya menjaga terumbu karang,” imbuhnya.

Penulis : Sol

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page