Limbah Kopi Jadi Solusi Pertanian Organik Perkotaan

Reading time: 2 menit
Tim FMIPA UI berhasil mengubah limbah kopi jadi media tanam sebagai solusi pertanian organik perkotaan. Foto: FMIPA UI

Jakarta (Greeners) – Pertanian organik di perkotaan mulai banyak masyarakat minati. Selain mampu menghasilkan sayur dan buah untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat  juga memperoleh komoditas sehat dan aman karena organik. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berhasil mengubah limbah kopi menjadi media tanam untuk pertanian organik perkotaan.

Tim Terrakopi FMIPA UI melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis limbah kopi yang di daerah Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, baru-baru ini. Tim Terrakopi memilih lokasi ini karena relatif cocok sebagai model pertanian di perkotaan. Daerah ini pun memiliki lahan terbuka hijau yang terbatas.

Dalam kegiatan ini, tim FMIPA UI melakukan pertanian organik dengan menggunakan sistem media tanam Terrakopi. Sistem Terrakopi ini adalah pengembangan media tanam yang menggunakan limbah kopi dan pengolahan limbah lainnya sebagai penyubur tanaman.

Limbah lain yang dapat tim gunakan sebagai bahan campuran di antaranya adalah limbah jamur, cocopeat, pupuk kandang, pupuk cair dan biometrik. Sistem media tanam Terrakopi ini dapat masyarakat gunakan untuk menanam bibit sayur-sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan. Setiap bibit memiliki komposisi tersendiri untuk optimalisasi penanaman.

“Kegiatan pengabdian masyarakat Terrakopi ini didasari oleh tingginya jumlah limbah ampas kopi yang dihasilkan di wilayah perkotaan. Selain itu juga ada kebutuhan media tanam yang mampu memenuhi hasil pertanian organik di perkotaan,” kata Ketua pelaksana kegiatan Retno Lestari dalam keterangannya baru-baru ini.

Media Tanam Pertanian Perkotaan 

Dari masalah yang ada lanjutnya, tim Terrakopi membuat suatu formulasi yang dapat mengubah limbah ampas kopi. Limbah itu mereka ubah menjadi sesuatu yang berguna, yaitu sebagai media tanam.

Menurut Retno, pemanfaatan sistem Terrakopi ini memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kegiatan pertanian sayur-mayur dan buah-buahan di perkotaan. Rangkaian kegiatan Terrakopi tim awali dengan sosialisasi pembuatan Terrakopi agar masyarakat memahami tata cara pembuatannya. Lalu tim lanjutkan rangkaian kegiatan dengan impelementasi teori. Kemudian ada pula percobaan pencampuran bahan-bahan Terrakopi oleh masyarakat.

Dalam kegiatan ini, terdapat 10 mahasiswa yang tergabung dalam tim Terrakopi FMIPA UI. Mereka pun dapat dukungan sumber daya manusia dari Yayasan Pandu Cendikia. Pengabdian masyarakat Terrakopi ini harapannya mampu mengurangi limbah kopi yang ada di perkotaan. Limbah kopi ini akhirnya mampu berubah menjadi media tanam ramah lingkungan yang berkualitas.

“Dalam jangka panjang, kegiatan ini harapannya dapat mendorong masyarakat Kelurahan Dukuh, Jakarta Timur berdaya ekonomi secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan limbah di sekitarnya,” ungkap Retno.

Penulis : Ari Rikin

Top