Antisipasi Banjir, Dinas Tata Air Jakarta Akan Tambah Petugas Tata Air

Reading time: 2 menit
dinas tata air
Foto: budiwins/flickr.com

Jakarta (Greeners) – Pasca banjir yang melanda beberapa wilayah di DKI Jakarta, Dinas Tata Air DKI berencana akan menambah jumlah Pekerja Harian Lepas (PHL) Satuan Tugas (Satgas) Tata Air untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota.

Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendarwan saat dihubungi oleh Greeners menyatakan bahwa Satgas Tata Air yang ada saat ini jumlahnya terbatas. Menurut Teguh idealnya setiap kota memiliki 5.000 petugas tata air, namun sampai dengan saat ini pihaknya baru memiliki 2.127 petugas sehingga diharapkan ada penambahan jumlah petugas.

“Selain menambah PHL, kami juga butuh petugas untuk disiagakan menjaga pompa-pompa air selama 24 jam agar banjir bisa cepat ditangani,” katanya, Jakarta, Kamis (20/10).

BACA JUGA: Dinas Tata Air DKI Akan Realisasikan Pembangunan 19 Waduk Baru

Di sisi lain, pengamat perkotaan hijau Nirwono Joga mengatakan bahwa penambahan jumlah PHL tidak diperlukan jika Dinas Tata Air DKI Jakarta mampu bekerja lebih maksimal. Apalagi, terusnya, PHL atau Satgas Tata Air tersebut lebih bersifat sementara dan tidak struktural.

Menurutnya, Dinas Tata Air bisa saja mengoptimalkan ‘pasukan oranye’ serta masyarakat untuk mengatasi permasalahan banjir yang juga banyak berkolerasi dengan kebersihan. Ia beranggapan, dalam mengatasi banjir, harus ada keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan.

“Masyarakat kita ini juga perlu dididik dan dibudayakan untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya di lingkungan mereka sendiri. Jangan terus dimanjakan,” tambahnya.

BACA JUGA: Antisipasi Banjir, Dinas Tata Air Rekrut Tim Pembersih Gorong-Gorong

Sebagai Informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sempat merilis, ada 37 kelurahan yang awalnya bebas banjir, namun pada tahun ini menjadi wilayah yang terendam banjir. Sebaliknya, 66 kelurahan yang dulunya langganan banjir, sekarang sudah terbebas dari banjir.

Selain itu, sebagian besar genangan baru banyak terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Hingga 2016 ini tercatat sebanyak 27,2 persen wilayah atau 71 dari 267 kelurahan di DKI Jakarta masih terdampak bencana banjir.

Dibanding tahun lalu, kasus banjir di Jakarta sendiri mengalami penurunan pada 2016 ini. Hingga Agustus 2016, tercatat ada sekitar 700 kasus banjir. Jumlah ini menurun dibanding periode sama pada tahun lalu yang mencapai 889 kasus.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page