Ayo Diet Air Minum Kemasan!

Reading time: 2 menit

Surabaya (Greeners) – Pilar 11 yang terdiri dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), Komunitas Nol Sampah, dan sejumlah kelompok mahasiswa mengajak warga Surabaya untuk melakukan diet air minum kemasan. Prigi Arisandi, Direktur ECOTON mendorong warga untuk menggunakan botol minum yang bisa dipakai lagi. Ini disampaikan Pilar 11 ke sejumlah jurnalis dan media. “Solusinya mudah.” kata Prigi Arisandi. “Gunakan saja botol minum dari bahan stainless steel. Memang harganya agak mahal, tapi aman untuk kesehatan.” lanjut Prigi.

Menurut para aktivis lingkungan ini, penggunaan plastik sebagai kemasan air minum bisa berakibat buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Plastik sangat sulit diuraikan oleh alam. Bahkan mustahil karena membutuhkan ratusan tahun.

Botol plastik yang dipakai berulang-ulang juga bisa membahayakan kesehatan. Sheryl Crow, penyanyi asal Amerika Serikat, terkena kanker payudara akibat minum dari air kemasan yang terpapar matahari. Dia selalu menyimpan air minum kemasan di dalam mobilnya. Sejumlah riset di luar negeri menyatakan, penggunaan plastik sebagai kemasan bisa memicu kanker dan gangguan sistem reproduksi. Untuk perempuan juga bisa menyebabkan gangguan menstruasi.

Sementara Komunitas Nol Sampah meminta masyarakat untuk berhenti menggunakan tas plastik yang biasa digunakan untuk belanja atau membawa barang bawaan. Wawan Some, koordinator Komunitas Nol Sampah, menganjurkan warga untuk menggunakan tas yang terbuat dari kain.

Selain bisa digunakan berkali-kali, dan kain tidak merusak lingkungan. Jika kotor bisa dicuci dan kembali bersih untuk digunakan kembali. ”Tiap minggu Komunitas Nol Sampah rutin membagikan tas kain ke masyarakat. Tempatnya berpindah-pindah supaya penyebaran merata.” tegas Wawan Some.

Pilar 11 meminta masyarakat juga mewaspadai kode angka yang tertera di bawah kemasan makanan. Tanda angka ini biasanya tercetak timbul dan terbingkai dengan tiga anak panah membentuk segi tiga. Di bawah segitiga juga tertera nama jenis plastik yang digunakan sebagai bahan kemasan tersebut.

Pilar 11 menegaskan, pemenuhan air minum bukan tanggung jawab pabrik air minum kemasan. ”Negara sebagai satu-satunya lembaga yang menguasai air untuk kemakmuran rakyat harus bertanggung jawab.” tulis Nirmala. ”Maka kami mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan PDAM untuk menyediakan fasilitas air minum di tempat-tempat umum dan membuat aturan tentang pembatasan penggunaan plastik.” tutup Nirmala.(G13)

Top
You cannot copy content of this page